Minta Data Tidak Diberi Dinkes

Apotik Tidak Berizin

Apotik Tidak Berizin

Surabaya – Terkait izin mengenai usaha pada pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh surabaya, akhirnya mendapat perhatian secara khusus dari Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Saat dengar pendapat sebelumnya, kami pernah meminta data kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya terkait perijinan terhadap jenis usaha pelayanan kesehatan yang jenisnya sekitar 40,” kata Juanedi Wakil Ketua Komisi D

“Seperti Rumah Sakit (RS), toko obat juga apotik serta pasang gigi dan lain lain, tetapi hingga saat ini masih belum diberikan, ini ada apa,” tanyanya.

“Kami ingin mengetahui secara jelas dan detil terkait perizinan sebagai bagian dari fungsi kotrol dewan, sekaligus turut berupaya untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat Surabaya,” paparnya.

“Jenis izin apa saja yang dirasa sulit dan lain sebagainya, kami akan bantu, karena implikasinya kepada kesehatan dan keselamatan nyawa manusia dan juga bisa bermuara kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya, jangan sampai kasusnya seperti minimarket,” ingatnya.

Junaedi menambahkan, ternyata ada bebarapa toko obat dan apotik yang ternyata tidak memiliki tenaga ahli setingkat apoteker, tentu saja ini tidak benar bahkan tidak diperkenankan karena berkaitan dengan pelayanan resep obat.

“Sampai saat ini, kami masih berfikir positif saja, karena semangat kami untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di seluruh kota Surabaya yang tentu erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat,” ungkap Agustin Poliana Ketua Komisi D.

Menjawab pertanyaan ini, Drg Febia Rachmanita Kadinkes Surabaya mengatakan jika pihaknya terus melakukan pengawalan secara periodik, setiap bulan, semester dan tahunan terkiat pengelolahan, penyimpanan dan pendistribusian obat di wilayah kota Surabaya.

“Kami melakukan pengawasan setiap 6 bulan sekali dan setiap tahun, namun kami juga meminta laporan dalam setiap bulan terkait pengelolaan,” kata Febria Rachmanita Dinkes Surabaya.

“Penyimpanan dan pendistribusian obat, jika masih ada toko obat atau apotik yang diketahui menjual obat kadaluwarsa, mohon untuk diberitahukan kepada kami,‚ÄĚ tambahnya

“Yang tidak berizin dan tidak mempunyai apoteker, tentu kami akan tutup usahanya, untuk segera melengkapi persyaratan dan memperpanjang atau mengurus izinnya,” pungkasnya.