Mihol Membuat PG Panas

Partai Golongan Karya

Partai Golongan Karya

Surabaya – Pernyataan yang disampaikan M Alyas Pelaksana Tugas Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Plt DPD PG) Surabaya, mendukung pelarangan total Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol (Mihol) diklaim sebagai keputusan partai.

Hal tersebut membuat beberapa pengurus PG Surabaya mengaku kecewa. Lego Darwanto Wakil ketua DPD PG Surabaya Lego menuding pernyataan M Alyas bukan sikap partai.

“Beberapa kali rapat fraksi dan partai belum menghasilkan keputusan apa-apa, rapat terakhir kita deadlock,” tambahnya.

Masih kata Lego, M Alyas melakukan kebohongan publik dengan mengklaim keputusan Binti Rochmah anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda Mihol yang mendukung pelarangan total merupakan keputusan partai.

Lego menegaskan, pernyataan M Alyas sebagai keputusan sepihak.

Asrofi Wakil Sekretaris DPD PG Surabaya menambahkan, bahwa pernyataan M Alyas illegal dan liar. Sebab, keputusan tersebut berpotensi memperuncing konflik di internal pengurus PG.

Menurut Asrofi, keputusan anggota fraksi harus berdasarkan persetujuan bersama internal partai. Mekanisme ini belum pernah dilakukan selama ini.

Seharusnya, Binti Rochmah sebagai anggota Pansus mihol melapor ke ketua fraksi Golkar. Kemudian dibawa ke tingkat partai untuk dirapatkan bersama.

“Di partai dibahas secara internal, kemudian arahan partai ini nanti turun ke fraksi dalam bentuk berita acara partai,” terangnya.

“Jadi keputusan resmi partai belum ada, kalau memang Alyas mengaku sudah ada keputusan partai, silahkan tunjukkan buktinya, setiap kali kita rapat selalu ada bukti tanda tangan,” ungkapnya.

“Kalau tidak mencabut pernyataannya, kita akan lapor ke Komisi Informasi Publik (KIP), karena partai belum ambil sikap,” tandasnya.