Menilai Seseorang Yang Jelek Bukan Sifat Yang Dicontohkan Nabi

Kyai Gendeng

Kyai Gendeng

Surabaya – “kalau pimpinan sudah tidak bisa diharapkan pengayomannya, maka silahkan berupaya untuk keselamatan diri sendiri karena hidup dan mati manusia hanya Alloh SWT yang tahu, dan sebaliknya apapun jabatan dan pangkat yang mereka sandang tidak akan pernah abadi“.

Sepenggal kalimat di atas adalah kutiban dari dakwah Ustad berjuluk Kyai Gendeng saat bertauziah diwilayah lokalisasi Dolly dan Jarak dalam acara pengajian yang dihadiri sekitar 3 ribu warga Putat Jaya.

Bisa diartikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pusat sudah tidak lagi bisa mengayomi. Maka warga terdampak dipersilahkan untuk melakukan upaya sendiri dalam mempertahankan haknya demi kelangsungan hidupnya.

“Berlaku sombong apalagi dengan mudah menilai seseorang sebagai manusia yang jelek bahkan najis, adalah bukan sikap dan sifat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya saat berceramah.

“Karena kebaikan dan keimanan seseorang tidak bisa dinilai dari bungkusnya, panjang dan pendeknya jenggot, atau ketebalan warna hitam di dahinya, namun akhlak dan perbuatannya, dan jika sebagai pemimpinan maka amanah yang diembannya,” jelasnya.

Diakhirnya tauziahnya, Kyai Gendeng berpesan kepada seluruh pemangku kekuasaan untuk tidak berlaku sombong apalagi tinggi hati dengan tidak mendengarkan keluhan rakyatnya, jika tidak ingin hidup dan jabatan yang disandangnya akan sia-sia belaka.