Mengenai Pasar Grosir, Arini Diam

Arini Pakistyaningsih

Arini Pakistyaningsih

Surabaya – Permasalahan pasar lingkungan yang diduga melayani penjualan grosir yang ada di Tanjungsari juga Dupak masih belum tuntas.

Parahnya lagi 2 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Surabaya sangat lambat dalam bertindak.

2 SKPD itu adalah Dinas Perdagangan (Disperindag) serta juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sementara dari kalangan legislatif Surabaya berharap secepatnya diselesaikan permasalahan tersebut.

Baik dari Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) juga Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya terhadap polemik itu segera diakhiri.

Kedua Komisi di DPRD Surabaya bahkan mendesak 2 DKPD Surabaya tegas dalam menegakkan Peratuan Daerah (Perda) nomor 01 tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat.

“Pasar grosir yang ada di tengah kota, secara tidak langsung akan membunuh pasar lingkungan,” kata Herlina Harsono Nyoto Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

“Pasar grosir jelas punya harga jual lebih murah, ini yang kemudian menyebabkan persaingan harga tidak sehat,” tambahnya.

Arini Pakistyaningsih Kepala Disperindag Surabaya Arini Pakistyaningsih menyampaikan, dalam waktu dekat ini akan menjelaskan kepada media.

“Bantuan penertiban (bantib) belum kita terima, bagaimana kita bisa jalan,” kata Irvan Widiyanto Kepala Satpol PP. “Tanpa bantib, kita tidak bisa,” ungkapnya.