Mendapatkan Output Yang Diharapkan

komisi aSurabaya – Sempat tertunda beberapa kali dalam dengar pendapat di Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Panita Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu).

“Komisi itu konsennya soal terselenggara atau tidaknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) itu, mungkin persoalannya hanya 2 atau 3 kata yakni Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” kata Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A.

“Tetapi implikasinya sangat panjang, sehingga kami meminta kepada penyelenggara pemilu agar mengambil keputusan yang benar dan professional, tentang apapun,” tambahnya.

“Sebagai wakil ketua komisi, kami tetap menyoroti soal penggunaan anggaran, bagaimana anggaran itu dipakai jika tidak mendapatkan output yang diharapkan,” urainya.

“Disisi kami, kami hanya melihat bahwa penggunaan anggaran itu harus baik dan benar, karena jika tidak, maka urusannya tidah hanya sekedar administrasi,” tegasnya.

Adi memperkirakan jika tanggal 24/09/2015 besok, KPU Surabaya bakal mengambil keputusan yang menurutnya benar dan professional yakni memberikan penetapan MS bagi paslon Rasiyo-Lucy.

“Ya memang, ada beberapa partai politik (parpol) yang menginginkan Pilkada ditunda ke 2017, tetapi rakyat dan beberapa pihak lain juga banyak yang justru mendorong agar Pilkada Surabaya tergelardi 2015, inilah bunkti bahwa di Surabaya ini kritis, mereka menaruh perhatian penuh terhadap Pilkada,” pungkasnya.