Mempunyai Kepastian Hukum

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya diputuskan bahwa Partai Demokrat (PD) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bisa mengajukan calon lagi.

Nama Rasiyo mendapat lampu hijau dan kembali dicalonkan yang mengacu pada Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum (SE KPU) nomor 433 tahun 2015.

Sesuai Surat Edaran KPU Surabaya nomor 433 Tahun 2015, pada poin ke-2, dinyatakan partai politik (parpol) atau gabungan parpol yang sebelumnya ditolak atau gagal memenuhi syarat, bisa mengajukan pasangan calon.

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 01 tahun 2015 tentang Pilkada dan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) nomor 08 tahun 2015.

Keputusan musyawaarah mufakat untuk penyelesaian sengketa Pilkada bersifat final dan mengikat bagi pihak-pihak terkait, termasuk KPU.

KPU Surabaya akan membuka pendaftaran pada tanggal 08 hingga 10/09/2015 mendatang. Dengan begitu, keputusan sengketa Pilkada itu tinggal melaksanakan dalam masa pendaftaran.

“Sejauh yang kami tahu, tidak ada ruang hukum untuk mempersoalkan atau menggugat keputusan sengketa Pilkada Surabaya, yang dihasilkan Panwaslu Kota bersama pihak-pihak terkait,” kata Adi Sutarwijono Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Bappilu PDIP) Surabaya.

“Karena penyelenggaraan Pilkada serentak ini dipayungi oleh perangkat Undang-Undang dan tata peraturan lain yang bersifat khusus, lex specialist,” tambahnya.

“Sesuai UU nomor 01 tahun 2015 tentang Pilkada, Pasal 153, satu-satunya mekanisme peradilan untuk menangani sengketa atas keputusan penyelenggara Pilkada adalah mekanisme Sengketa Tata Usaha Negata (TUN),” terangnya.

“Itu pun diatur, secara eksplisit, bahwa sengketa itu berlangsung antara calon Gubernur, calon Bupati dan calon Walikota dengan KPU sebagai akibat keputusan KPU,” paparnya.

“Karena itu PDIP meyakini, penyelesaian sengketa Pilkada oleh Panwaslu kemarin malam mempunyai kepastian hukum yang kuat, kokoh, tidak tergoyahkan,” jelas Adi.