Masyarakat Yakin Terapkan “Legal Murder”

sepatuSurabaya – Meninggalnya Imron Zainudin korban salah tangkap di Kepolisian Sektor (Polsek) Sukodono wilayah Sidoarjo membuat masyarakat berkeyakinan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menerapkan sistem “Legal Murder”.

“Aneh, tidak ada catatan mempunyai penyakit jantung oleh Rumah Sakit (RS) ataupun dokter, meninggal, serta mereka menyuarakan alami jantung, apa mereka itu dokter,” kata Ridwan.

“Sudah menjadi hal yang umum, tahanan mati akibat pemeriksaan dari pihak kepolisian, pasti ada yang salah dengan sistim di kepolisian, tapi kalau memang menerapkan sistim legal murder, saya yakin akan bertambah banyak tahanan yang mati sebelum di vonis,” tambahnya.

Bahkan masyarakat masih kurang mempercayai proses penyelidikan yang dilakukan oleh Kepolisian terhadap meninggalnya Imron berjalan dengan cepat. “Polisi periksa polisi pasti beda, yang cepat polisi periksa maling ayam, jual toto gelap (togel), curi sepeda,” papar Edi.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) belum menyampaikan secara resmi nama-nama aparat penyidik Polsek Sukodono yang membuat Imron meninggal.