Masyarakat Ingin KPK Ungkap Dana Unilever

Unilever

Unilever

Surabaya – Berbalik arah Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya pada kasus rusaknya tanaman hias yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya masih terus menjadi tanda tanya besar.

“Apa salah kalau kita mencurigai adanya uang tutup mulut, agar kasus tersebut ditarik ataupun tidak dilanjutkan ke ranah hukum,” ungkap Sanusi. “Dan kecurigaan kita semakin besar ketika Walikota menyatakan kerugian itu mencapai Rp (rupiah) 1 miliat,” tambahya.

“Sedangkan dari Unilever menyanggupi siap mengganti, namun yang berkembang malah memberikan Rp 1,2 miliar, itukan ada kelebihan Rp 200 juta, bagi birokrat itu tidak ada masalah dikasih lebih,” kata Robert.

“Namun kita ini masyarakat yang cerdas, mungkinkah perusahaan memberikan dana lebih tanpa ada maksud lain, coba pikir, masalah Upah Minimum Kota (UMK) saja, perusahan dengan getol mempertahankan uang Rp 1, apalagi sebanyak itu,” tanyanya.

“Saya yakin, penegak hukum seperti kepolisian bahkan Kejaksaan tidak akan berani ungkap itu, saya ingin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ungkap kasus ini, biar jelas semuanya,” terangnya.