Maskin Tidak Terlindungi BPJS PBI

bpjsSurabaya – Masyarakat miskin (Maskin) yang belum terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diyakini masih banyak.

Hal tersebut membuat Komsis D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya meminta supaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengefektifkan verifikasi masyarakat miskin yang berobat di Puskesmas.

Tidak hanya itu, legislatif surabaya juga meminta untuk segera didaftarkan langsung ke program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Saat ini masih ada anggaran Rp (rupiah) 34 miliar yang belum terserap di Dinas Kesehatan (Dinkes),” kata Agustin Polianan Ketua Komisi D DPRD Surabaya.

“Kalau dikonversikan untuk pembiayaan BPJS Kesehatan PBI bisa melindungi setidaknya 250 ribu orang,” tambahnya. “Namun kenyataannya masih banyak masyarakat miskin yang belum terdaftarkan di BPJS Kesehatan PBI, dikarenakan verifikasi yang dilakukan Pemkot, lambat,” ungkapnya.

Masih kata Agustin, pembiayaan kesehatan masyarakat miskin di Surabaya memang dilindungi 2 lini. Pertama BPJS Kesehatan PBI dan pemakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

“Setiap masyarakat miskin yang memeriksakan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), otomatis akan terdata,” paparnya.