Masjid Dibangun Terpisah

Camelia Habiba

Camelia Habiba

Surabaya – Permasalahan masjid yang dirobohkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Surabaya.

Saat ini Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya rupanya telah memikirkan alternatif baru.

Seperti yang disampaikan Camelia Habibah Sekrataris Komisi C DPRD Surabaya.

Beberapa anggota Komisi mempunyai keinginan untuk pembangunan masjid terpisah dengan gedung dewan baru.

“Dengan begitu tentunya Detail Enggeneering Design (DED) berubah, termasuk adendumnya,” kata Habiba.“Solusi terakhir, gedung disampaing masjid,” tambahnya.

Namun dirinya meyakinkan Pemkot mempunyai kebijakan adendum lagi. Sebab berkaitan dengan masalah keumatan dan akhirat.

Masih kata Habiba, apabila ada pemisahan antara masjid dan gedung dewan baru. Tentu ada perubahan letak gedung dewan baru.

“Posisi masjid bisa saja tetap,” tuturnya. “Tapi teknisnya seperti apa kita belum tahu, apalagi lahan yang tersedia juga sempit,” jelasnya

“Tapi, kita prioritaskan pembangunan masjid, supaya tak ada polemik lagi,” pungkasnya.