Masinton Minta JK Untuk Mundur

Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI

Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI

Jakarta, portal nasional – Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menagih janji kepada Jusuf Kalla (JK) untuk mengabdikan diri kepada negara sebagai seorang Wakil Presiden dan akan meninggalkan kepentingan bisnisnya.

“Pak JK, pada awal dipasangkan dengan Jokowi, mengatakan, ‘Saya sudah tua, sudah pernah jadi Wapres. Saya tidak akan gunakan ini untuk kepentingan bisnis saya. Saya ingin mengabdikan diri pada bangsa’. Itu yang harus kita tagih janjinya,” kilas Masinton.

Jika tidak mampu memenuhi janjinya, Masinton Pasaribu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mendesak agar Jusuf Kalla (JK) mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Menurut Masinton, akar permasalahan dan kegaduhanbersumber dari JK merupakan sehingga mengganggu kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Masalah yang timbul menurut Masinton dimulai dari PT Pelindo II dimana JK ada dibelakang permasalahan ini. Adanya rancangan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia, disini JK juga dianggap ada dibalik permasalahan ini juga.

“Titik gaduhnya ada di BUMN dan ESDM namun paling besar di Wakil Presiden. Episentrum titik gaduhnya ya di Wakil Presiden itu,” kata Masinton dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat waktu lalu.

Masinton mencontohkan JK dalam persoalan pengadaan listrik 35 ribu megawatt yang pernah dikritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, JK terlihat membela proyek tersebut. Begitu juga saat Pelindo II digeledah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Dirut-nya (RJ Lino) telefon sana-sini. Yang dari Seoul, nelefon supaya tidak dilanjutkan. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) saat itu dijabat Budi Waseso, yang copot Budi Wasesa JK juga. Yang copot Menteri ESDM, JK juga,” ungkap Masinton.

Masinton menuding JK kerap membekingi masalah yang dianggap tidak sesuai dengan ideologi bangsa serta konsep Nawa Cita (revolusi mental) yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

Sebagai seorang pengusaha, menurut Masinton, JK terlalu mencampuradukkan urusan dan kepentingan bisnis dengan kekuasaan kewenangan jabatan di pemerintahan sebagai seorang Wakil Presiden (Wapres)./*