Masih Ada Gizi Buruk

rismaSurabaya – Kota metropolitan kedua setelah Jakarta, ternyata masih diketemukan kasus gizi buruk. Seperti yang disampaikan Febria Rahmanita Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengatakan, berdasarkan data jumlah balita penderita gizi buruk sekitar 0,13 persen.

Masih kata Febria, jumlah penderita gizi buruk (prevalensi) dari tahun ke tahun mengalami penurunan. “Yang gizi buruk maupun yang kurang gizi kita damping,” terangnya. “Balita yang gizi buruk maupun gizi kurang terus kita dampaingi sampai sehat,” ungkapnya.

Febria menyampaikan, Pola pendampingan yang dilakukan Dinkes Surabaya adalah dengan memberikan pengetahuan kepada para orang tua tentanhg cara memasak hingga mengolah makanan.