Masduki Kecewa PT KAI Tidak Hadir

Masduki Toha

Masduki Toha

Surabaya – Penertiban terhadap bangunan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dilakukan guna mengamankan aset-asetnya.

Kali ini dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada bangunan asetnya yanga ada di wilayah Pacar Keling Kelurahan Pacar Keling Kecamatan Tambak Sari.

Sekitar 600 rumah yang akan diambil kembali oleh PT KAI, ternyata mendapat perlawanan dari penghuninya. Mereka beranggapan PT KAI tidak mempunyai dasar pengambilan rumah yang ditempat sejak puluhan tahun.

Dihadapan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Mereka mengeluhkan sikap arogansi petugas PT KAI yang melakukan penertiban rumah secara paksa.

“Kami datang kesini mengajukan klaim PT KAI yang tidak tepat itu,” kata Ahmad Sapi’i Ketua Aliansi Penghuni Rumah Negara (APRN). “Kita sudah menepati rumah negara sudah sejak lama, bahkan sejak awal kemerdekaan negara ini,” tambahnya.

“Tiba-tiba PT KAI menyatakan klaim terhadap bangunan ini, yang tidak mempunyai dasar hukumnya,” ungkapnya. “Dan mengakui ini merupakan tanah milik dia,” paparnya.

“Kita ini menempati bahkan merawat bangunan juga infrastrukturnya, sampai jadi luar biasa, yang sudah dieksekusi yaitu rumah nomor 16,” terangnya.

Masih kata Sapi’i, untuk melakukan eksekusi PT KAI mengerahkan aparat dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan TNI Angkatan Laut (AL) tanpa ada keputusan dari Pengadilan.

“Saya kecewa sebagai pimpinan DPRD Surabaya,” kata Masduki Toha Wakil Ketua III DPRD Surabaya. “Dengan tidak hadirnya dari pihak PT KAI, dengan alasan undangan sangat mepet sekali, pada hal undangan itu sudah dikirim sejak hari kamis lalu,” tambahnya.

“Pada hal ini menyangkut hidup orang banyak, disana banyak ibu-ibu dan orang tua yang ingin kejelasan terhadap nasib mereka, ternyata tidak ada tanggapan yang positif dari PT KAI,” paparnya.

“Saya berharap dari aparat tidak main paksa, PT KAI juga tidak menggunakan aparat penegak negara, pasti ada jalan yang baik, dari yang didapat ada perbedaan antara PT KAI dengan orang-orang yang menyewa, ini yang harus kita urai permasalahannya, dalam minggu ini kita akan undang kembali,” jelasnya.