Mantan Wapres Bahas Penataan Masjid

masSurabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menata untuk kawasan Masjid Al Akbar Surabaya (MAS).

Sebelum dilakukan penataan dilakukan. Terlebih dahulu Pemkot Surabaya akan komunikasi dengan pengelola MAS.

Selain penataan kawasan, juga ada pembahasan lain menyangkut peralihan tanah milik Pemkot ke pihak yayasan MAS.

“Tanah kalau dibangun Masjid, harus diatur hukumnya,” kata Eri Cahyadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya.

“Apakah Wakaf atau hibah sehingga ke depan status masjid jadi jelas tidak mengambang,” tambahnya.

Masih kata Eri, dikarenakan lahan tersebut tercatat sebagai lahan milik Pemkot Surabaya.

Sebelum ada pelepasan aset itu, terlebih dahulu meminta persetujuan dari kalangan legislatif.

Eri menyampaikan, Tri Sutrisno mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) sekaligus Dewan Pendiri Masjid Agung akan bertemu dengan Soekarwo Gubernur Jawa Timur (Jatim) dan Tri Rismaharini (Risma) Wali Kota Surabaya.

“Kira- kira antara 2 hingga 3 minggu lagi pertemuan itu akan dilakukan,” jelasnya

Masduki Toha Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, disamping penataan kawasan, pertemuan Perwakilan Yayasan Al Akbar dengan DPRKPCKTR Surabaya juga Dinas Pengelolan Tanah dan Bangunan (DPTB) Surabaya juga membicarakan masalah pemagaran di sekitar kawasan itu.

“Intinya ini untuk kemashalahatan umat, makanya diselesaikan dengan baik,” kata Masduki.