Machmud Tidak Mampu Kendalikan Roda Kegiatan Dewan

simonSurabaya – Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya kembali geram atas pola kepemimpinan Moch Machmud yang dinilai komitmen jelas. Semua itu berakar dari pemilihan ketua Badan Kehormatan (BK) dijadwalkan tanggal 17/03/2014 lalu gagal lagi.

“Ini bentuk ketidak mampuan Machmud selaku ketua dewan tidak bisa menjalankan roda organisasi,” kata Simon Lekatompessy Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS).

“Waktu mau menggantikan Wishnu Wardhana (WW), Machmud berjanji akan segera membentuk beberapa kursi yang kosong di antaranya ketua BK dan Komisi B bidang Perekonomian (Eko) yang baru dipilih akhir-akhir ini,” tambahnya.

Masih kata Simon yang juga sebagai Wakil Ketua (Waket) Komisi C bidang Pembangunan (Pemb), janji Machmud hanya omong kosong, tidak bisa dibukti. Sebagai ketua, harus bersikap tegas dan cepat guna menjalankan kegiatan kedewanan.

“Jangan beralasan hanya tinggal 6 bulan saja, namun ini soal tanggung jawab kita sebagai wakil rakyat harus mengabdi sampai akhir masa jabatan,” sindirnya.

agusHal senada juga disampaikan oleh Agus Sudarsono anggota Komisi C, dirinya sangat menyayangkan dengan sikap ketidak tegaskan pimpinan DPRD sekarang. Jika dibandingkan waktu dipimpin oleh WW meskipun arogan namun sesuai dengan aturan sehingga 3 fungsi legislatif dapat berjalan secara maksimal.

“Sangat jauh berbeda dengan ketua yang dulu, sekarang bisa dikatakan peran DPRD sangat menurun drastis ibarat singa tapi tidak bertaring,” ungkapnya.

“Ketua dewan harus bisa mengatur ritmen kunjungan kerja (kunker) dengan memberikan jadwal yang tepat, sehingga gedung rakyat tidak kosong seperti ini, bisa lihat pada hari Rabu sampai Kamis pasti sepi,” katanya.

“Kita hanya berharap ketua harus mampu menjadwal, kalau tidak ya seperti ini apa lagi sekarang masa kampanye mereka pasti lebih sibuk kunker dan kampanye ini dampak dari ketidak becusan pimpinan dewan,” pungkasnya.