Lobi PT Freeport Indonesia Dan PT Newmont Nusa Tenggara Harus Diwaspadai

Pemerintah harus hati-hati dalam memberikan ijin eksport yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara karena tidak menutup kemungkinan ke dua perusahaan tersebut selama ini menganggap aturan pemerintah bisa dilanggar dengan “permainan”

R Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kemen ESDM

R Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kemen ESDM

“Saat ini permintaan rekomendasi belum kami proses karena akan tergantung keseriusan perusahaan membangun smelter,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, R. Sukhyar.

Sukhyar mengatakan, Freeport sebenarnya telah mengajukan permohonan rekomendasi ekspor tembaga ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rekomendasi tersebut diperlukan untuk mendapatkan izin ekspor dari Kementerian Perdagangan. “Kalau Newmont belum mengajukan,” jelas R. Sukhyar.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 mensyaratkan sejumlah hal untuk mendapatkan rekomendasi ekspor, di antaranya memiliki bukti cukup cadangan, menunjukkan keseriusan pembangunan smelter dengan menyerahkan rencana pembangunan, serta memenuhi kinerja pengelolana lingkungan.

Namun, pemerintah akan menambahkan klausul setoran jaminan kesungguhan sebesar 5 persen untuk dapat mengekspor mineral olahan tanpa pemurnian (konsentrat).

Presiden Direktur Newmont, Martiono Hadianto mengatakan masih terus bernegosiasi untuk mendapatkan izin ekspor tersebut. Tapi, Martiono tidak menjawab apakah NNT jadi mengajukan arbitrase terkait aturan tersebut. Ia pun enggan membeberkan apakah ada permintaan khusus dari NNT pada pemerintah dalam negosiasi untuk mendapatkan rekomendasi ekspor mineral.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto, mengatakan pihaknya masih terus mengadakan pembicaraan dengan pemerintah terkait regulasi pembatasan ekspor. Freeport, kata Rozik, tidak pernah berniat mengajukan arbitrase terkait regulasi bea keluar ekspor tersebut. “Freeport tidak pernah berniat mengajukan arbitrase. Kami sedang dalam proses,” katanya./*