Lesbumi Kembali Ingatkan Jati Diri

lesbumiSurabaya – Puncak acara Hari Lahir (Harlah) Lesbumi ke-55 yang digelar pada Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya.

Beragam tampilan kesenian mulai dari hadrah, pencak silat dan kesenian lainya ditampilkan dalam acara yang dihadiri sejumlah kiai dan tokoh muda NU tersebut.

Salah satunya adalah Ustad H Husni Hidayat dari Jepara yang juga sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Bahkan dirinya menyampaikan, saat ini generasi muda harus benar-benar mengetahui jati dirinya. Pengenalan jati diri sangat diperlukan untuk menjaga keberadaan tradisi yang selama

”Kenapa ada NU ku, NU anda, dan NU kita, itu harus benar-benar dipahami, agar tidak salah arah, makanya tradisi harus benar-benar dijaga,” kata Ustad H Husni.

M Hasyim Asyari Ketua Lesbumi Surabaya mengatakan, saat ini generai muda dihadapkan pada tantanga zaman yang teramat berat.

”Perang kali ini berhadapan dengan tantangan zaman, perkembangan teknologi dan gaya hidup yang sangat berat untuk dihadapai,” tambahnya. “Beda dengan perang zaman dulu yang berhadapan langsung dengan pucuk senjata,” tuturnya.

Masih kata Hasyim, Lesbumi menjadi garda terdepan dalam pemeliharaan dan melestarikan budaya-budaya yang berkembang di masyarakat akan selalu tampil ketika tradisi itu digerus.

”Budaya-budaya NU, budaya-budaya leluhur yang baik dan perlu dilestarikan akan terus menjadi perhatian serius kita ke depan,” paparnya.