Lembaga Fatwa Mesir Keluarkan Fatwa Terkait Almaidah : 51

Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama

Portal Nasional – Juru Bicara tim sukses Ahok- Djarot, Guntur Romli Menyebut fatwa terbaru Dari surat Al Maidah ayat 51 TIDAK mempermasalahkan SEBUAH gatra modern yang dipimpin Seorang nonmuslim maupun wanita. Sehingga KASUS dugaan penistaan ​​agama Yang dituduhkan Ke Basuki T Purnama alias Ahok, Bukan Suatu Pelanggaran.

* Menurut Guntur, Keterangan ITU dikeluarkan Lembaga Fatwa Mesir (Darul Ifta ‘al-Mishriyyah) PADA 12 Oktober 2016 Lalu. Dalam fatwa ITU disebut bahwa Pemimpin gatra Dari Seorang nonmuslim ATAU Perempuan TIDAK Lagi melanggar syariah islam. Sebab, kata dia, mereka mengikuti tiap Aturan di negaranya masing-masing.

“Pemilihan orangutan Penyanyi Dari Kalangan muslim maupun nonmuslim, laki-laki maupun Perempuan, TIDAK bertentangan dengan Hukum-hukum syariah Islam, KARENA Penguasa ATAU Pimpinan Penyanyi has Menjadi Bagian Dari badan Hukum dan Bukan Manusia Pribadi,” kata Guntur mengutip fatwa Al Maidah dikeluarkan Lembaga fatwa Mesir, Sabtu (12/11).

Dalam fatwa ITU, lanjut Guntur, menyebutkan bahwa Pimpinan SEBUAH gatra merupakan pegawai Pemerintah Dan diatur undang-undang.

“Maka ITU, Pemegang Jabatan hearts situasi seperti Penyanyi LEBIH mirip DENGAN pegawai Yang dibatasi Oleh Kompetensi Dan kewenangan Tertentu Yang diatur hearts Sistem tersebut,” ungkapnya.

Selain ITU, Guntur menegaskan adanya fatwa baru Penyanyi bakal Dibawa pihaknya sebagai pembelaan Terhadap KASUS Ahok diduga Nista agama. Sebab, fatwa Penyanyi Berlaku internasional terutama gatra modern.

“Bukti-Bukti Yang Kami anggap menguatkan pembelaan Pak Ahok, kami akan lampirkan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui KASUS Ahok Penyanyi Memang Sudah ‘mendunia’. Media different Asing menulis Rencana unjuk rasa gede-besaran Yang akan dilakukan kaum muslim ditunjukan kepada Gubernur DKI Jakarta non Aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) PADA Jumat (4/11).

Media Asing mengulas seputar penyebab unjuk rasa, Latar Belakang, Pengamanan, Hingga Ancaman Teroris Islam Negeri Irak dan Syiria (ISIS).

Pemimpin Negara, Mulai dari Turki Sampai RRC Ikut berkomentar terkait KASUS Ahok. KARENA DKI Jakarta Adalah ibu kota Indonesia sehingga Tidak heran ISU soal Ahok Menjadi Perhatian internasional.

KH Maimoen Zubair, Pengasuh Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang. Kiai paling sepuh diajaran PBNU ini menyampaikan bahwa KASUS Ahok harusnya diselesaikan menurut asas Keadilan,

“Jangan Sampai ADA dorongan Yang menyebabkan perubahan Yang TIDAK ADA Keadilan. Adil ITU Yang membawa Kemakmuran. Keadilan ITU Bukan * Menurut Islam, TAPI * Menurut undang-undang Yang ADA,” kata kiai Maimoen sebagaimana dikutip Duta Islam Dari Rekaman berdurasi 5.36 Menit ITU.

Maimoen juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menyikapi banyak HAL, terutama merespon ramainya KASUS Ahok tersebut.

“Anak saya sendiri, saya larang untuk datang ke Jakarta,” tegas Mbah Moen soal SIKAP hati-hati ini./*