Lawatan DPRD Kota Surabaya Ke Amerika, Serta Menyajikan Berbagai Promosi Dari Indonesia

dprdSurabaya ‚Äď Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melakukan lawatan ke Amerika Serikat.

Dalam rangka menghadiri acara “Smart Cities Connect Conference & Expo and the US Ignite Application Summit yang diselenggarakan di Kota Kansas.

Beberapa legislatif yang melakukan lawatan tersebut diantaranya Armuji Ketua DPRD, Masduki Toha Wakil Ketua DPRD, Ahmad Suyanto, Buchori Imron dan Vinsensius sebagai anggota.

Kelimanya disambut langsung oleh Budi Bowoleksono Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat (AS).

‚ÄúBeliau menceritakan jika Risma Wali Kota Surabaya juga pernah dua kali berkunjung,” kata Vinsensius.

“Namun karena kesibukannya tidak bisa menemui, begitu juga dengan Soekarwo Gubernur Jawa Timur (Jatim),” ungkapnya. “Sementara kami yang baru satu kali berkunjung, langsung bisa ketemu,‚ÄĚ tuturnya.

Masih kata Vinsensius, di dalam pertemuan tersebut. Banyak hal yang dibicarakan diantaranya mengenai pentingnya negara ASbagi Indonesia.

Hubungan kedua negara harus dilihat dari cara pandang (perspektif) yang positif.

Terlepas dari berbagai dinamika yang lazim terjadi dalam setiap hubungan bilateral.

Begitu juga sebaliknya perwakilan RI mempromosikan Indonesia ke AS seperti, pembangunan infrastruktur, pariwisata, pemasang iklan pariwisata Indonesia di tempat-tempat strategis, termasuk di transportasi umum.

Kemudian promosi Fancy product, seperti tempe sebagai makanan berkualitas dan kopi spesial Indonesia.

Begitu juga pada promosi budaya Indonesia, baik melalui pertunjukan seni budaya Indonesia.

Pengajaran bahasa Indonesia, promosi Indonesia di sekolah-sekolah maupun Perguruan Tinggi (PT) dan masih banyak lagi.

Vinsensius mengatakan, Dubes RI juga memberikan saran untuk kunjungan dagang RI ke AS, seperti misi harus spesifik, dirancang khusus sesuai kebutuhan dan potensi yg ada, tepat guna dengan peluang yang ada di AS.

Pesan yang lain juga disampaikan dihadapan perwakilan DPRD Kota Surabaya adalah, supaya dapat membantu mengirimkan orang yang mempunyai kemampuan/keahlian melatih kesenian Reog Ponorogo untuk menetap di Washington selama 3 bulan.

‚ÄúSemua biaya akomodasi dan sebagainya, KBRI Washington akan menanggung beban pelatih tersebut,” tuturnya.

“Semua itu bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya Indonesia, khususnya reog ponorogo di Washington dan sekitarnya,‚ÄĚ terangnya.