Langgar Peraturan Mobdin Untuk Kampanye Parpol

mobdinSurabaya – Mobil Dinas (mobdin) yang dipinjamkan pada semua anggota legislatif surabaya untuk operasional, ternyata disalahgunakan untuk mobilitas kepentingan partai.

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya akan melayangkan surat kepada anggota DPRD Surabaya yang memanfaatkan mobdin untuk kegiatan kampanye.

Semua itu terungkap karena mobdin DPRD Surabaya dipakai kampanye oleh Partai Politik (Parpol) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Afghani Wardhana Sekwan DPRD Surabaya mengatakan, sesuai aturan mobdin pelat merah (milik pemerintah) dengan alasan apapun dilarang untuk kegiatan kampanye.

Meskipun pelat nomor mobil dinas diganti warna hitam pun tetap tidak boleh untuk kampanye. Bahkan aparat kepolisian dipersilahkan menindak jika diketahui ada mobil dinas berpelat merah diganti pelat hitam.

“Kita menjalankan aturan saja soal mobdin itu, apabila ada pelanggaran, kita kirimi surat pemakainya dan bisa saja mobdin itu ditarik diminta dikembalikan,” tambahnya.

Masih kata Afgan, hingga sampai saat ini pihaknya belum menerima bukti dipakainya mobdin DPRD Surabaya untuk kegiatan kampanye. Karena jika hanya sekedar informasi tanpa ada bukti maka Sekretaris DPRD belum bisa mengambil tindakan.

“Maka dari itu, kita akan selalu berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Surabaya terkait pemakaian mobdin DPRD yang digunakan untuk kegiatan kampanye,” tambahnya.

Moch Machmud Ketua DPRD Surabaya mengharapkan semua mobdin yang dipinjam pakai anggota DPRD tidak digunakan untuk kegiatan kampanye.

Pasalnya, meski status mobdin itu dipinjam pakai anggota DPRD bukan berarti terhindar dari aturan larangan menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.

“Silahkan anggota DPRD mempertanggungjawabkan risiko sendiri jika ada yang ketahuan gunakan mobil dinas DPRD untuk kegiatan kampanye,” pungkas Machmud.