Kurikulum Diciptakan Untuk Pemersatu Bangsa

Saiful Rachman, Kadispendik Prov Jatim

Saiful Rachman, Kadispendik Prov Jatim

Jawa Timur, portal nasional – Kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas) yang memberlakukan kurikulum 2013 (K-13) dan juga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, mendapat tanggapan serius Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim)

 

Saiful Rachman mengatakan, sampai saat ini belum ada koordinasi dari pusat untuk membicarakan K-13, sehingga ada dua kurikulum yang digunakan sekolah, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan K-13.

 

Menurut Saiful Rachman, keberadaan dua kurikulum yang diberlakukan membawa kesan seolah setiap sekolah jalan sendiri-sendiri.

 

“Dengan pola yang ada, Dinas Pendidikan di kabupaten/kota setempat tidak akan tahu kalau tidak dilapori sekolah kurikulum apa yang digunakan,” kta Saiful Rachman.

 

Di Jawa Timur terdapat 1.053 lembaga sekolah pilot project untuk melaksanakan K-13. Namun data ini terus berkembang seiring pengajuan yang dilakukan masing-masing sekolah.

 

Bagi Saiful Rachman, satu-satunya yang mengikat dalam pendidikan nasional yakni adanya kurikulum dan harus bersifat nasional karena kurikulum merupakan ikatan dan pemersatu generasi bangsa.

 

“Kurikulum ini pemersatu bangsa. Kalau beda-beda, bukan kurikulum namanya,” lanjut Saiful Rachman./*