Kuras Dana APBD Surabaya Serta Penyimpangan Dana IT

wfSurabaya – Kerapnya ruang 4 Komisi yang ada di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada setiap hari rabu hingga kamis kosong tanpa berpenghuni. Hal tersebut sudah lama terjadi.

Mereka meninggalkan gedung dewan dengan alasan melakukan Kunjungan  Kerja (kunker) ke beberapa daerah termasuk pergi Keluar Negeri (LN) dalam rangka kerja sama. Ketika beberapa anggota dewan surabaya pada waktu kembali sama sekali tidak adanya hal yang didapat.

Bahkan hasil pertemuan antar legislatif disana juga sama sekali tidak pernah disampaikan ataupun dipublikasikan pada beberapa media.

Informasi yang berkembang, tidak sedikit anggota yang legislatif surabaya kunker ke beberapa daerah tidak ditemui sama sekali. Untuk terhindar dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), mereka membuat dokumen perjalanan dengan melakukan photo bersama didepan gedung DPRD setempat.

Tidak hanya itu, dana kunker yang mencapai ratusan juta rupiah untuk sekali perjalanan dinas diambil dari dana APBD Surabaya. Parahnya juga, Dana teknologi jaringan tanpa kabel yang terpasang serta ada di gedung DPRD Surabaya juga banyak diselewengkan.

Fakta tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh beberapa anggota dewan surabaya, tetapi dibiarkan saja. Bahkan adanya yang pura-pura terkejut, tidak tertutup kemungkinan penyimpangan dana IT dilakukan secara berjamaah dengan melibatkan beberapa staf di Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya.