Kurang Sosialisasi, Warga Kebingungan

Reni Astuti

Reni Astuti

Surabaya – Anggaran dana jaminan kesehatan untuk 274 ribu warga tidak mampu melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2015 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Namun faktanya, saat anggota legislatif surabaya melaksanakan reses. Ternyata tidak satupun warga yang mengerti, seperti yang disampaikan Reni Astuti anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Reni berkeyakinan, hingga saat ini terkesan belum tersosialisasikan bahkan tidak terutup kemungkinan memang belum dilaksanakan.

Ketika disinggung tentang adanya kaitan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik pemerintah pusat. “Sama sekali tidak ada kaitannya dengan program KIS, ini murni program Pemkot surabaya, paparnya.

“Karena sampai kini program itu belum jelas, pasalnya kami juga belum mendapatkan informasi untuk sosialisasi terkait program unggulan pemerintah yang didampaikan sejak kampanye presiden waktu itu,” tegasnya.

Masih kata Reni, bagaimana kelanjutan dan pelaksananaan program itu dengan pembiayaan diambil dari APBD TA 2015. “Karena tujuan jaminan kesehatan dianggapnya sangat bagus dan harus segera direalisasikan,” jelasnya.