Kritik Risma Lampaui Target

Junaidi

Junaidi

Surabaya – Klaim yang disampaikan Tri Rismaharini (Risma) tentang keberhasilan pemerintahannya melebihi target Rencanan Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya, mulai menuai kritik dari legislator surabaya.

Junaedi Wakil Ketua Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, ada banyak hal yang belum diselesaikan oleh Risma selama memegang kendali kebijakan.

Junaedi menambahkan, salah satu buktinya adalah hasil Ujian Nasional (UN) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) siswa Surabaya tidak pernah masuk 10 besar peringkat Nasional bahkan juga Jawa Timur selama tiga tahun terakhir.

Untuk UN Sekolah Dasar (SD) juga tidak masuk dalam 20 besar tingkat Jawa Timur. “Ini ada yang salah dalam pengelolaan pendidikan, bagaimana dikatakan berhasil bila kondisinya demikian,” tanyanya.

Masalah pemenuhan infrastruktur pada bidang pendidikan ternyata tidak dijangkau oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selama ini. Setidaknya ada 20 sekolah negeri di Surabaya yang berdiri di atas lahan bukan milik Pemkot.

“Kalau mau sebenarnya Pemkot bisa meminta hibah atau membangun gedung sekolah di tanah asetnya sendiri, ini bukti kalau Pemkot kedodoran selama ini, terutama tentang aset,” tegasnya.

Masih kata Junaidi, anggaran pendidikan sebesar Rp (rupiah) 1,7 triliun bisa dikatakan tidak bisa dikelola dengan baik. “Dengan anggaran sebesar itu seharusnya sudah tidak ada lagi sekolah yang numpang dan kualitas pendidikan bisa di upgrade,” terangnya.