Kriminal di STIP

gambar taruna stip, diantara siap dibina atau dibinasakan

gambar taruna stip, diantara siap dibina atau dibinasakan

Jakarta – M Iqbal, Kapolres Jakarta Utara mengatakan, tidak hanya memeriksa tujuh tersangka pemukulan, polisi juga akan memeriksa tenaga pengajar dan pengelola STIP yang dianggap mengetahui kebiasaan sekolah mengenai senior menganiaya juniornya. Kendati penganiayaan itu dinamakan sebagai pembinaan.

Hal ini dilakukan untuk mendalami kasus penganiayaan yang menewaskan seorang taruna junior di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara, Dimas Dikita Handoko (19).

“Kami akan segera memanggil instruktur taruna STIP, tenaga pendidik korban dan juga tersangka. Kemungkinan mereka mengetahui kebiasaan yang dilakukan kalangan senior di sekolah itu,” kata Iqbal.

Tujuh taruna senior yakni AJ, FR, AN, ST, WD, DW, dan AR yang menganiaya korban mengaku melakukan pembinaan terhadap korban dan enam taruna lain. Motifnya karena mereka dianggap bersikap tak hormat terhadap senior. “Ketujuh taruna kini kami sudah tetapkan statusnya sebagai tersangka dan AJ, FR, AN merupakan tersangka yang memukuli Dimas,” terang Iqbal./*