KPK Periksa Petinggi Partai Hanura

Bambang Wiratmadji Soeharto

Bambang Wiratmadji Soeharto

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mulai mengusut dugaan keterlibatan Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), Bambang Wiratmadji Soeharto, dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara pemalsuan sertifikat tanah yang membelit Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Subri.

Hari ini, penyidik lembaga antikorupsi itu menjadwalkan memeriksa Bambang yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Pemilihan Umum non-aktif Partai Hanura sebagai saksi.

Bambang tiba pukul 10.00 WIB. Dia terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang. Saat dicecar para wartawan, dia enggan berkomentar banyak. “Nanti saja ya. Saya masuk dulu,” kata Bambang kepada para wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/12).

Dalam kasus sama, hari ini KPK juga memeriksa tiga anggota Polres Lombok Tengah. Mereka adalah Inspektur Dua Didik Harianto, Brigadir Kepala Nanang Supendi, dan Brigadir A.E.A Sukardi.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah SUB dan LAR. SUB adalah Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Subri SH. Sementara LAR adalah Direktur PT Pantai Aan, Lusita Anie Razak. Diduga masih ada pihak lain terlibat perkara ini.

LAR dan kawan-kawan disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 13 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara SUB dan kawan-kawan diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 Pasal 11 Undang-undang Nomor 13 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Belakangan kasus ini juga menyeret Bambang Wiratmaji Soeharto, yang juga diketahui sebagai pemilik PT Pantai Aan. Perusahaan itu disebut akan membangun fasilitas penginapan di Lombok Tengah. Tetapi, tanah yang mereka incar sedang dalam sengketa dan diperkarakan karena pemalsuan sertifikat tanah oleh Sugiharto alias Along.