Korupsi Di Pembibitan Sapi

ilustrasi sapi di korupsi

ilustrasi sapi di korupsi

Takengon – Polres Aceh Tengah pada 9 Maret telah menetapkan Absardi AR bin Abdullah Ramli, Mantan Kadis Peternakan dan Perikanan Aceh Tengah (periode 2008-2013) sebagai tersangka. terkait kasus korupsi pengadaan bibit sapi bali betina dalam Proyek Pengembangan Sapi Pedaging di Ketapang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, juga Bahrawati binti Zulkarnain Manaf, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Zahrul Fudhni bin M Saleh selaku rekanan (kontraktor) pelaksana proyek selaku kuasa Direktur CV K Jaya Sejahtera.

Dalam proyek pengadaan bibit sapi bali betina sebanyak 1.156 ekor dengan pagu Rp 7.525.560.000 ini, berdasarkan penyidikan polisi dan berbagai dokumen serta audit BPKP Aceh, ditemukan kerugian negara capai Rp 1,5 miliar karena terindikasi bermasalah dari segi volume. Proyek ini bersumber dari dana otsus APBA Tahun 2011 pada Dinas Peternakan dan Perikanan Aceh Tengah.

‚ÄúSebelumnya kita telah memeriksa ratusan saksi antara lain petani peternak, pegawai dinas, termasuk Bupati Nasiruddin, dan Wakil Bupati Khairul Asmara yang saat pengadaan itu menjabat Sekda Aceh Tengah. Kita juga memeriksa Kadis Peternakan Rahmandi. Sebelumnya Rahmandi merupakan salah satu Kabid di dinas itu,‚ÄĚ kata Raja Gunawan, Kasatreskrim Aceh Tengah.

Polisi terus mengembangkan kasus ini karena tidak tertutup kemungkinan akan ada orang lain yang terlibat dan dapat ditetapkan menjadi tersangka berikutnya.

Proyek Ketapang merupakan Program Pemkab Aceh Tengah sejak tahun 2005. Program ini awalnya bertujuan membudidayakan peternakan sapi pedaging di kawasan hutan Ketapang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, yang terletak sekira 80 kilometer dari pusat kota Takengon.

Secara keseluruhan, proyek ini sudah menelan dana sekira Rp 43 miliar. Melalui proyek ini, pemerintah mengharapkan dapat mencukupi kebutuhan daging sapi di Aceh. Sumber dana merupakan dana sharing dari dana APBK dan APBA.

Di lahan itu ditempatkan sebanyak seratus peternak di kawasan Ketapang 1 dan seratus peternak di Ketapang 2. Penempatan petani dilakukan melalui seleksi oleh dinas terkait. Setiap peternak yang lulus akan ditempatkan di sana dan diberikan bibit sapi sebanyak 10 (sepuluh) ekor/peternak, dan setiap peternak juga diberikan jadup Rp 800 ribu/bulan plus prasarana pemondokan.

‚ÄúJika setiap tahun berkembang hingga sekarang, tentu seharusnya ada puluhan ribu sapi. Walau dikurangi faktor error karena sapi hilang atau sapi mati, sapi di kawasan itu saat ini diduga tidak mencapai jumlah yang diharapkan ataupun jumlah ambang toleransi,” je;as Raja Gunawan./*