Konspirasi Lalui Uji Tes Kelayakan, Atau Praktek Nepotisme Modern

Gedung DPRD Surabaya

Gedung DPRD Surabaya

Surabaya – Puluhan pekerja outsorching di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya sejak akhir bulan 12/2014 diputus kontrak kerjanya. Mereka sudah bekerja antara 5 tahun hingga 10 tahun hanya dibekali selembar Surat keputusan (SK) pemberhentian kemarin alias dipecat dengan tidak hormat..

Mereka diberhentikan diantaranya, 9 orang petugas cleaning service, 6 orang petugas Pengamanan Dalam (Pamdal), 2 orang sopir dan beberapa pegawai outsorching lainnya.

Pekerja menduga, ada skrenario mengganti mereka dengan orang-orang titipan. Sebab, ujar beberapa pegawai outsorching kepada wartawan, alasan yang dipakai untuk memberhentikan mereka dari pekerjaan tidak masuk akal.

”Alasanya tidak lolos tes, kalau selama ini sudah bekerja puluhan tahun terus tiba-tiba ada tes lagi, itu kan aneh,” ujar salah satu pegawai Clenaning Service yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan.

Dia mengatakan, beberapa dari mereka baru saja memulai hidup berkeluarga, dengan anak-anak yang masih kecil dan tanggungan hidup yang tidak ringan.

”Sekarang kalau diberhentikan dari pekerjaan, terus gimana nasibnya, kalau mau fair-fairan seleksi tidak apa-apa, ini ada yang janggal,” ujarnya.

Beberapa pegawai outsorching lain yang juga menjadi korban titipan sebelumnya mendengar kabar bahwa malam sebelum digelar tes, ada konsolidasi para calon pengganti pegawai outsorching di salah satu rumah pejabat.

Dimana para calon pengganti tersebut, dibekali dengan soal-soal tes seleksi yang akan dipakai pada pagi harinya. ”Kami jadi korban janji anggota dewan kepada konstituen, semoga hidup mereka dijauhi dari bencana,” ujar pegawai outsorching lainya.

Dari informasi yang beredar, pelaksanaan tes dilakukan hanya untuk melakukan evaluasi kelayakan para pekerja bukan pemecatan dan menerima pekerja baru. Bisa dipastikan ini merupakan praktek NEPOTISME modern yang bisa mempengaruhi kinerja positif pemerintahan Jokowi