Konfirmasi Ke Kasek SDN Lakarsantri 2, Suami Kasek “Kesal”

SDN Lakarsantri ll Surabaya

SDN Lakarsantri ll Surabaya

Surabaya –¬†Kepala Sekolah SDN lakarsantri 2,¬† Ismulyatini spd.mm.pd diduga telah menyalagunakan jabatan.¬†Dana Bos diduga dipakai utk keperluan pribadi dan diduga telah memalsukan stempel toko untuk memanipulasi pembelanjaan barang keperluan kantor sekolah serta pemalsuan nota pembelian baran, dan diduga juga telah lakukan Gratifikasi bentuk uang maupun barang dari wali murid khusus murid pindahan, seperti yang diceritakan oleh beberapa wali murid,

” Ketika mendaftarkan pindah anak saya masuk ke SDN Lakarsantri II, saya dimintai uang kompensasi oleh Kepala Sekolah (Ismulyatini) dengan alasan sedekah, akhirnya mau nggak mau ya.. Saya beri Rp.500.000,- akhirnya langsung dimasukkan ke kantongnya,” katanya.

Arogansi terhadap bawahan seperti yang diceritakan oleh banyak murid juga dimiliki Ismulyatini. Entah perilaku temperamen Ismulyatini tersebut dilakukan karena adanya tekanan dari pihak lain atau sudah berubahnya sisi psikologis sosok yang notabene guru ini,

“Pada waktu ada uji coba calistung, kami terkejut karena ibu kepala sekolah menggedor-gedor pintu sambil marah-marah lalu mengambil printer hendak dibanting kepada dua guru sampai guru wanita menangis didepan kami semua,” kata salah satu¬†murid yang diangguki kepala teman sampingnya.

Perbuatan mengarah ke penganiayaan kepada murid, seperti yang diceritakan murid yang lain sering terjadi,

“waktu itu kami sedang bergurau dikelas tiba-tiba ada ibu kepala sekolah langsung menjambak rambut teman saya dan menjewer telinganya ” kata mereka.

Waktu dikonfirmasi dikantornya, Ismulyatini membantah melakukan itu, Dan sangat disayangkan suami ismulyatini marah saat mengetahu adanya konfirmasi terhadap dugaan tindak kekerasan di SDN Lakarsantri II, melalui ponsel genggam yang mengatasnamakan suami ismulyatini mengatakan kalau wartawan mencari celah untuk mengada-ada masalah dengan cara yang salah.

“Saudara, tadi anda mencari celah untuk mengada ada masalah. Sekolah tidak ada duitnya. Kerja yang benar. Tak tunggu beritanya atau anda yang masuk berita,” umpat sang suami¬†(gdg)