Komisi Tunda Pertemuan Perselisihan

dengar pendapat ditunda karena tidak hadirnya sebagian besar anggota dewan

dengar pendapat ditunda karena tidak hadirnya sebagian besar anggota dewan

Surabaya – Kelanjutan aksi penggusuran yang dilakukan oleh Daerah operasional (Daop) 8 Surabaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) terhadap beberapa rumah yang diwilayah Kalimas.

Puluhan warga mendatangi gedung legislatif surabaya untuk menuntut atas tindakan peggusuran yang dianggap melanggar serta tidak ada ketetapan hukum.

Moch Anwar anggota Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Legislatif Surabaya dalam penyampaiannya, 2 pengaduan yang diajukan ke DPRD Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim).

“Kita diberi tembusan yang lalu, kita akan jadwal ulang dan segera dari warga untuk mengajukan surat yang ditujukan pada DPRD Surabaya,” terangnya.

“Saya masih shok, karena sejak pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), saya ditangkap oleh aparat Kepolisian hingga pukul 19.00 WIB oleh Kepolisian Resor (Polres) KP3,” kata Bambang salah seorang warga yang tergusur.

“Yang saya tahu, kita kedatangan tamu dari aparat Kepolsian untuk mengamankan pengosongan rumah di jalan Jakarta Barat dan Timur,” akunya.

“Seperti mau perang, padahal yang dihadapi hanyalah 7 orang yang sudah pada tua-tua,” pungkasnya.

Tertundanya dengar pendapat ini, disebabkan tidak hadirnya sebagian besar anggota dewan sehingga tidak bisa memutuskan begitu juga dengan PT KAI.