Komisi Tagih Janji PD Pasar

komisi bSurabaya – Pengosongan terhadap pedagang pasar Tunjungan untuk dilakukan revitalisasi, rupanya belum mendapat respon dari Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Surabaya.

Mazlan Mansur Ketua Komisi B DPRD Surabaya menyampaikan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya menunda rencana pengosongan pedagan Pasar Tunjungan.

Mazlan menambahkan, pengosongan tersebut belum bisa dilakukan. Dikarenakan masih ada beberapa masalah yang belum diselesaikan.

Beberapa masalah yang dimaksud Mazlan antaranya, mengenai relokasi pedagang Pasar Tunjungan ke pasar lain dan hal itu belum ada kesepakatan dengan mayoritas pedagang.

Tidak hanya itu, Komisi B juga menyunggung mengenai janji dari PD Pasar yang akan memaparkan rencana pembangunan fisik pasar legendaris di Kota Pahlawan tersebut.

“Janjinya, konsep pembangunan Pasar Tunjungan itu seperti apa, akan dipresentasikan di Komisi B, tapi sampai sekarang belum dilakukan,” ungkap Mazlan. “Jadi kami minta tunda dulu rencana pengosongan pedagang,” tambahnya.

Nurul Azzah selaku Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya mengatakan, terkait tahapan revitalisasi, Kota Surabaya yang akan menjadi tuan rumah Konferensi Habitat III atau Preparatory Committee Meeting III (Prepcomm III) Juli 2016. Pihaknya diminta oleh Pemerintah Kota (Pemkot) segera melakukan pengosongan.

“Paling tidak sampai awal bulan 04/2016, karena saat UN Habitat di bulan Juli, Pasar Tunjungan jadi tempat destinasi wisata kuliner, dan pusat oleh-oleh,” ujarnya.

Nurul mengatakan, PD Pasar sudah menyusun jadwal. Tahun 2016 sudah dilakukan kegiatan pra-fisik, diantaranya pengurusan perizinan, sampai penyusunan detail engineering design (DED), yang semuanya ditargetkan selesai bulan 12/2016.

Masih kata Nurul, mengenai sosialisasi kepada pedagang, pihaknya juga sudah menggelar beberapa kali. PD Pasar juga sudah menyiapkan solusi tempat relokasi ke 5 pasar lainnya.

Beberapa pasar diantaranya, Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucang. “Sampai sekarang sudah ada 8 dari 34 pedagang memberi opsi soal relokasi dan mungkin akan bertambah lagi,” paparnya.

“Kami mendukung even UN Habitat, tapi jangan lantas mengorbankan masyarakat, khususnya pedagang yang sudah bertahun-tahun di sana,” tegas Mazlan.

“Pemkot banyak membangun sentra pedagang Kaki Lima (PKL), tapi kenyataannya tidak bisa menjadikan nasibnya lebih baik, banyak sentra PKL mangkrak,” kata Didik Wakil Ketua Komisi B.

Menurut Baktiono yang juga anggota Komisi B, selain masalah DED, peruntukan dan perencanaan pasar juga belum jelas, karena harus ada survei dan studi kelayakan untuk revitalisasi pasar ini.

Bahkan Baktiono juga menyayangkan sikap dari Pemkot Surabaya yang menolak kerja sama dengan investor untuk mengerjakan proyek ini.

Padahal, dengan lokasi lahan Pasar Tunjungan yang sangat strategis, yakni di central business district (CBD) bisa dipastikan banyak pengembang yang tertarik menggarap pasar ini.