Komisi Mengharapkan TPP Para Pencipta Pemimpin Bangsa Segera Diselesaikan

Junaedi

Junaedi

Surabaya – Dunia pendidikan yang menjadi ujung tombak serta kuatnya suatu negara. Hal tersebut tidak terlepas dari berprestasinya dari kalangan generasi muda.

Prestasi generasi muda tersebut tidak terlepas dari peran pendidik yang menjadi pion untuk memajukan suatu negara atau bangsa. Namun sampai saat ini keberadaan dari pendidik masih menyisahkan permasalahan yang seharusnya menjadi hak dari para guru.

Hal itu yang membuat Komisi D membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, menjadi perhatian secara khusus terutama pada sisi pendapatan yang telah menjadi hak mutlak.

Junaedi Sekretaris merupakan Wakil Ketua dari Komisi D DPRD Kota Surabaya meminta kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya untuk segera merespon sekaligus menyelesaikan keluhan bagi 150 Guru Sekolah Menegah Atas dan Kejuruan Negeri (SMA/KN) di Surabaya yang ternyata belum menerima Punjangan Profesi Pendidik (TPP) selama 6 Bulan.

Junaedi menambahkan, Dindik Kota Surabaya seharusnya memahami keberadaan dari para guru yang selama ini mengabdikan dirinya sebagai pendidik siswa yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa.

“Saya prihatin sebab hal itu nantinya akan mempengaruhi proses belajar mengajar, yang perlu diingat, seorang guru itu juga mempunyai tanggung jawab keluarga,” terangnya.

“Saya minta kepada Dindik Kota Surabaya untuk segera person dengan segera menindaklanjuti kaluhan guru yang disampaikan kepada kami,” ungkapnya.

“Ada guru yang sertifikasinya terbit tahun 2014 lalu sudah terima (TPP), kenapa yang ini tahun 2007 malah belum,” paparnya.

Junaedi mengharapkan adanya penyelesaian TTP para guru yang terlambat 6 bulan. Tidak hanya itu, untuk kedepannya Komisi D DPRD Kota Surabaya tidak ingin mendengar lagi adanya permasalahan yang dialami oleh ratusan pada pencipta pemimpin-pemimpin bangsa.