Komisi D Menginginkan Cito Segera Merespon Keluhan Sekolah Dengan Baik

Agustin Poliana

Agustin Poliana

Surabaya – Pendidikan merupakan kunci dasar dari semua aspek. Bahkan pendidikan juga menjadi tolak ukur kesuksesan daro seseorang. Hal itu yang menjadi perhatian kalangan legislator Komisi D yang membidangi Kejsehateraan Masyarakat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Proses belajar mengajar di salah satu sekolah yang terganggu akibat adanya aroma limbah pada salah satu pertokoan di Surabaya.

Dalam dengar pendapat di Komisi D DPRD Kota Surabaya dihadiri Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya, guru dan komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dukuh Menanggal1 serta juga pertokoan City Of Tomorrow (Cito).

Agustin Poliana Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya menyampaikan, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada beberapa waktu lalu untuk segera ditindak lanjuti. “Jika terlalu dibiarkan akan menimbulkan penyakit,” kata Agustin.

Junaedi Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya juga meminta agar manajemen Cito segera merespon baik keluhan masyarakat sekitarnya, terutama dari SDN Dukuh Menanggal 1.

“BLH sudah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 dan SP 2, kami berharap jangan sampai keluar SP 3, karena operasional CITO bisa ditutup,” kata Junaedi.

“Dasarnya jelas, yakni pasal 28 Peraturan Daerah (Perda) nomor 02 tahun 2014 bahwa penanggung jawab usaha dan atau kewajiban harus mentaati ijin pembuangan limbah,” tambahnya.

Sedangkan perwakilan Cito berjanji akan memperbaiki kondisi Instalasi Pemmbuangan Air Limbah (IPAL) Cito. Terlebih pada pemilahan sampah kering dan basah, agar lingkungan sekitar bisa terbebas dari bau sampah yang menyengat.