Komisi D Mengharapkan Adanya Peningkatan Potensi Pariwisata Dengan Memperkenalkan Pada Wisatawan Lokal Dan Macanegara

Fatchul Muid

Fatchul Muid

Surabaya – Komisi yang membidangi masalah Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sampai saat ini masih begitu memperhatian tentang keberadaan pariwisata yang ada di Surabaya.

Komisi D bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya begitu fokus serta memberi perhatian secara khusus terhadap kelangsungan pariwisata yang ada di Surabaya ini.

Bahkan Komisi D DPRD Surabaya untuk penataan potensi wisata di Surabaya meminta supaya dinas terkait dalam hal ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya dapat menjual potensi kesenian daerah.

Fatkul Muis Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan, untuk bisa memaksimalkan potensi lokal. Disbudpar Kota Surabaya tidak boleh melakukannya dengan setengah setengah.

Masih kata Fatkul, hal tersebut perlu kegigihan seta juga semangat yang tinggi untuk mewujudkan Surabaya sebagai tujuan wisata, bukan sekedar tempat transit wisatawan dari atau ke daerah lain yang lebih menjanjikan.

Fatkul menambahkan, sebenarnya tidak sedikit potensi yang ada di Kota Surabaya dapat dijual ke wisatawan lokal dan mancanegara.

“Sayang kalau Taman Hiburan Rakyat (THR) tidak diramut seperti sekarang,” ata Fatkul. “Padahal potensinya besar,” tambahnya. “THR itu memiliki cerita panjang dengan warga Kota Surabaya, dan dari sana juga banyak muncul orang yang terkenal dalam dunia kesenian,” ungkapnya.

“Usulan saya agak ekstrem, yakni mulai tahun 2017 mendatang, supaya THR dibebaskan dari target pendapatan asli daerah (PAD),” ungkap BF Sutadi anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya.

“Sebaliknya THR akan dikonsentrasikan untuk tempat kesenian daerah seperti ludruk dan sebagainya, kalau dibebaskan akan ada manfaat lain,” terangnya.

Sutadi menyampaikan, bila melihat kondisi THR yang ada saat ini kurang menunjang untuk dijadikan sebagai tempat alternatif bagi masyarakat menikmati hiburan seni tradisonal. Sebab THR kurang ditunjang fasilitas yang nyaman bagi pengunjung.

Untuk saat ini wisatawan mancanegara yang transit di Kota Surabaya telah mencapai 800 ribu orang. Sedangkan wisatawan nusantara mencapai angka 15 juta orang.

Sutadi mengatakan, mestinya Kota Surabaya tidak hanya sebagai transit saja khususnya bagi wisman yang berkunjung ke Jogja atau Bali. Itu bisa dilakukan kalau tempat tempat wisata yang ada ditata lebih cantik dan nyaman.

Agunstin Poliana Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya menekankan, untuk menunjang pelaku Usaha Kesil dan Menengah (UKM) di Kota Surabaya. Tempat-tempat wisata bisa digunakan untuk memamerkan hasil kerajinan milik mereka.