Komisi D Memberikan Peringatan Tegas Kepada Dindik Seputar UNBK

Kms DSurabaya – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diselengggarakan secara bersamaan diseluruh Indonesia.

Baru kali ini menjadi bahan pembahasan disebabkan materi ujian yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 54 Surabaya dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Pencurian data ujian beberapa waktu lalu hingga membuat reaktif Tri Rismaharini (Risma) Wali Kota Surabaya.

Pencurian data UNBK pada jenjang pendidikan pertama membuat Komisi D yang membidangi masalah Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memberikan perhatian lebih dengan mengundang pihak-pihak yang ada kaitannya dengan masalah pendidikan.

Di dalam dengar pendapat di Komisi D DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti sebagai anggota Komisi D memberikan teguran keras terhadap M Iksan yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya.

Reni menyampaikan, bahwa Kota Surabaya telah menjadi percontohan maupun pelopor pelaksanaan UNBK sejak 2016 silam.

BF Sutadi yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya menuturkan, pemeriksaan total terhadap semua yang terkait kebocoran soal itu perlu dilakukan.

“Ini membuktikan kalau secara institusi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak berjalan dengan baik, terutama menyangkut ketaatan prosedur,” ungkapnya.

Sigit Sugiharsono menerangkan, sampai saat ini Inspektorat Kota Surabaya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi. Sebab permasalahan tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian.