Komisi D Akan Panggil Disbudparta

Agustin Poliana

Agustin Poliana

Surabaya – Satu persatu bangunan cagar budaya dihancurkan oleh kapitalis yang akan menghilangkan Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya akan mengundang Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, Tim Cagar Budaya, Pemerhati dan juga pihak terkait lainnya.

Agustin Poliana Ketua Komisi D DPRD Surabaya mengatakan, jika tak ada perhatian lebih akan banyak bangunan cagar budaya yang punah. Salah satunya yang terakhir adalah robohnya bangunan radio Perjuangan Bung Tomo di Jalan Mawar.

Masih kata Agustin, dari sejumlah bangunan cagar budaya yang ada. Sebagian konstruksinya sudah berubah bentuk dan fungsi. “Seperti di Selatan Tunjungan Center,” ungkapnya.

Dirinya berharap, perhatian terhadap bangunan cagar budaya, bukan hanya dengan menetapkan statusnya. Kemudian membenahinya dalam momen-momen tertentu. Ketika menjadi tuan rumah dalam  acara Prepatory Comnitte (PrepCom) 3 for UN Habitat III pada bulan 07/2016 mendatang.

Agustin mengakui, dalam memelihara bangunan bersejarah membutuhkan peranan semua pihak. Untuk itu, jika ada keterbatasan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk merawat bangunan cagar budaya Pemerintah Kota (Pemkot) bisa menggandeng swasta.

“Sebagai orang tua asuh pada Bangunan Cagar Budaya melalui Corporate Social Reponsibility (CSR),” katanya. “Kecenderungan bangunan yang sudah pindah tangan tersebut dipergunakan untuk kepentingan bisnis,” terangnya.

“Kita cari solusi yang terbaik, agar tidak punah,” tambahnya. “Harapan kita pemilik tidak hanya bicara masalah keekonomian, tapi peninggalan sejarah,” jelasnya.