Komisi C Menyampaikan LKPJ AMJ Walikota Masih Dalam Batas Normal

Saifuddin Zuhri

Saifuddin Zuhri

Surabaya – Jelang akhir masa jabatan Walikota Surabaya pada bulan 09/2015 mendatang. Walikota Surabaya mengajukan LKPJ AMJ merupakan salah satu persyaratan selama memegang jabatan bahkan juga kinerja yang dicapai maupun tang belum dicapai.

“Evaluasi LKPJ AMJ sebenarnya, dimana kita melihat dari sisi-sisi LKPJ AMJ tidak secara runtut, sehingga kita melihat dari hasil capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” kata Saifuddin Zuhri ketua Panitia Khusus Laoran Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Walikota Surabaya.

“Seperti halnya pada bidang kesehatan yang tidak bisa memaksimalkan dalam sisi layanan, bahkan tidak sedikit masyarakat yang datang ke Rumah Sakit (RS) ditolak dengan berbagai alasan,” tambahnya.

“Terlebih overload pasien seiring penambahan anggaran yang terus mengalai penambahan, kita melihat dari cara komprehensif, untuk melihat dari titik capaiannya,” ungkapnya.

Masih kata Saifuddin, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya memiliki 2 RS. ” RS Soewandhie dan BDH,” paparnya. “Sehingga dampak yang dirasakan adalah tetap mengalami over load,” terangnya.

Saifuddin menyampaikan, jadi sesuai dengan aturan perundang-undangan. “Untuk KLPJ AMJ Walikota Surabaya masih dalam batas-batas yang normal,” terangnya.

“Mengenai Dinas tenaga Kerja (Disnaker) itu harus mampu menjawab problem-problem yang ada di surabaya, bagaimana Disnaker seiring sejalan setelah kalangan muda mengeyam pendidikan akan dibawah dimaksimalkan, intinya menekan angka pengangguran,” jelasnya.

“Mengenai infrastruktur, itu perlu sebuah keseriusan, karena tidak hanya menghabiskan anggaran, Dinas terkait harus mampu melakukan mapping, dan pengerjaan dapat dilakukan secara tepat waktu,” ungkap Saifuddin.

“Selama ini pembangunan hanya terknsentrasi pada sektor pusat surabaya sedangkan pada sisi selatan dan timur surabaya masih kurang tersentuh dan yang perlu dicatat adalah dalam hal pembenahan sistem organisasi yang tidak egosentris,” punkasnya.