Komisi C Mengharapkan Keberadaan RPH Pegirian Dikaji Kembali Dan Sudah Tidak Layak

Camelia Habiba

Camelia Habiba

Surabaya – Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan milik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menjadi perhatian secara khusus dari Komisi C yang membidangi masalah Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

“Keberadaan RPH yang ada di Jalan Pegirian sudah tidak layak lagi,” kata Camelia Habiba merupakan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya. “RPH tersebut dikarenakan berada pada tengah-tengah pemukiman warga Surabaya,” tambahnya.

Masih kata Habiba, RPH yang ada di Jalan Pegirian berdiri kurang lebih 60 tahun. “Dimana pada saat itu lokasi RPH itu sendir masih berada pada pinggiran Kota Surabaya,” ungkapnya.

“Seirang perkembangan zaman, dan telah terjadi perubahan walayah Pegirian telah berkembang menjadi kawasan pemukiman dan padat penduduk,” terang Habiba.

“Bahkan Pemkot juga menjadikan disana sebagai kawasan religi, sangat tidak etis dan elok, ketika bus pariwisata masuk terminal mereka melihat mobil pengangkut binatang hilir mudik, belum lagi aroma yang sangat mengganggu,” urainya.

Habiba menyampaikan, dirinya telah mengusulkan kepada Pemkot Surabaya untuk mengkaji kembali keberadaan RPH.

Masih kata Habiba, setelah RPH dialihkan, dapat difungsikan sebagai lahan parkir untuk kendaraan, serta juga dapat dibangun museum Ampel.

“Sehingga dapat membangkitkan kembali sejarah Sunan Ampel, bagaimanapun juga beliau telah mensiarkan agama dan budaya di surabaya,” jelasnya.