Komisi C Melakukan Studi Banding Terkait Parkir

Syaifuddin Zuhri

Syaifuddin Zuhri

Surabaya – Guna memaksimalkan sarana transportsi massal yang akan diterapkan di Kota Surabaya dan mengalihkan sistem yang dilakukan masyarakat selama ini menggunakan kendaraan pribadi.

Hal itu membuat Komisi C yang membidangi masalah Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melakukan studi banding juga konsultasi ke Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (Dishub Pemprov DKI) Jakarta.

Dihadapan Komisi C DPRD Kota Surabaya, Andri Yansyah Kepala Dishub Pemprov DKI Jakarta menjelaskan berbagai hal mengenai transportasi.

Beberapa hal itu salah satunya terkait menjaga fungsi Ruang Milik Jalan (Rumjia) dan Daerah Milik Jalan (Damija).

Syaifuddin Zuhri Ketua komisi C DPRD Kota Surabaya menyampaikan, secara prinsip DKI Jakarta telah berhasil menjaga fungsinya.

Bahwa Rumija bukanlah digunakan untuk parkir kendaraan bermotor, kecuali yang telah terpasang rambu ataupun marka jalan.

“Hal inilah yang bisa kita terapkan di Surabaya,“ kata Syaifuddin. “Yakni bagaimana cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir,“ tambahnya.

‚ÄúKarena secara umum aturan yang lain sudah mirip dan telah diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,‚ÄĚ tuturnya.

Syaifuddin menerangkan, salah satu upaya untuk meningkatkan PAD dari sektor parkir adalah menaikkan retribusi parkir yang di kelola swasta dari 20 persen menjadi 30 persen.

‚ÄúTerkait pengadaan alat e-parking, mereka harus beli sendiri dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan,‚ÄĚ tuturnya.

Masih kata Syaifuddin, Komisi C DPRD Kota Surabaya bakal mendorong Dishub Surabaya untuk memperbanyak titik Terminal Parking Elektronik (TPE) termasuk kawasan perumahan.

“Di Jakarta hanya dengan 441 titik saja bisa mendapatkan lebih dari Rp (rupiah) 1 triliun,“ urainya.

‚ÄúDan jika Kota Surabaya yang saat ini memiliki lebih dari 1000 titik, maka sudah seharusnya bisa mendapatkan perolehan yang lebih,‚ÄĚ jelasnya.