Komisi B Menyampaikan Pemkot Sudah Merevisi Asumsi Pertumbuhan Ekonomi

Achmad Zakaria

Achmad Zakaria

Surabaya – Terus merosotnya nilai mata uang rupiah Indonesia. Telah mendapat perhatian secara khusus dari kalangan legislatif Komisi B yang membidangi masalah Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Hal tersebut yang membuat kalangan legislator Kota Surabaya memprediksikan akan berdampak sangat luas serta juga menyentuh tidak hanya pada ekonomi masyarakat secara utuh manum juga pada sendi-sendi yang lain dan berhubungan langsung dengan masayarakat sendiri.

“Terkait mata uang rupiah yang terus merosot, kalau dibiarkan terus makan mengakibatkan ketidakpercayaan pasar, dan ketidakpercayaan para pelaku ekonomi,” kata Achmad Zakaria anggota Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Sehingga dampaknya menyebabkan ekonomi serba tidak pasti dan tingkat investasi, pembangunan maupun daya tingkat konsumsi masyarakat menjadi tidak bisa diprediksi kenaikannya, bahkan sebaliknya mengalami penurunan,” urai Zakaria.

Masih kata Zakaria, khususnya ditingkat kota pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran (APBDP TA) 2015 saja.

“Pemkot sudah merevisi asumsi pertumbuhan ekonomi, yang semula 7 persen menjadi 5,2 persen, artinya mereka sudah pesimis, terjadi pertumbuhan ekonomi yang baik,’ terangnya.

“Ketika penurunan rupiah berdampak pada daya beli yang semakin menurun dan penyerapan proyek pemerintah tidak mencapai target,” paparnya.

“Solusinya adalan menjaga kepercayaan pasar, kepercayaan para pelaku ekonomi, dengan mengeluarkan kebijakan daerah, khususnya memperudah perijinan, memangkas proses pengurusan perijinan,” jelasnya.

“Kemudian perlindungan terhadap para Usaha ikro Kecil dan Menengah (UMKM), dimama mereka harus benar-benar dilindungi dari krisis ekonomi,” ungkapnya.

“Ketiga Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan penyerapan anggaran secara maksimal dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA)nya jangan tinggi-tinggi, kalau penyerapan buruk nantinya silpanya diatas 2,3 triliun,” pungkas Zakaria.

Zakaria mengharapkan adanya perbaikan pada sendi Ekonomi. Sehingga kestabilan ekomoni pada masyarakat tingkat menengah ke bawah juga dirasakan secara utuh. Secara otomatis kesejahteraan masyarakat menyeluruh juga bisa dinikmati tanpa dihantui rasa kecemasan.