Komisi B Mengharapkan Adanya Pergantian Pansel PDPS Atau Metode Perekutan

Rio Pattiselanno

Rio Pattiselanno

Surabaya – Tertundanya penetapan untuk jabatan posisi puncak pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tepatnya Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS).

Hal itu yang membuat Komisi B yang membidangi masalah Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memberikan perhatian secara khsus.

Dalam hal ini PDPS adalah salah satu BUMD yang juga mitra kerja dari Komisi B DPRD Kota Surabaya.

Rio Pattiselanno merupakan anggota dari Komisi B DPRD Kota Surabaya menyampaikan, supaya anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dibuang sia-sia.

Semua itu disebabkan rekruitmen yang akan menduduki posisi sebagai pimpinan PDPS akhirnya batal karena tidak sesuai standar.

Rio menambahkan, yang menjadi perhatian khusus adalah pada Panitia Seleksi (Pansel) calon Direktur Utama (Dirut) PDPS.

‚ÄúSaya mencoba melihat permasalahan ini dari hulunya,” kata Rio. “Dimana Pansel dari rekrutmen Dirut PDPS ini,” tambahnya. “Bagaimana dalam menyelenggarakan rekrutmen,‚ÄĚ ucapnya.

Masih kata Rio, ada yang menjadi ganjalan serta kekurangan Pansel ketika menyelengarakan rekrutmen ini adalah tidak adanya keterbukaan dan transparansi.

‚ÄúKomisi B tidak dilibatkan sama sekali dalam rekrutmen PDPS,” terang Rio.

“Padahal dalam rekrutme Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) beberapa tahun yang lalu dewan dilibatkan,” jelasnya.

“Bahkan kami diberikan kesempatan untuk menguji,‚ÄĚ paparnya.

‚ÄúSetiap kali rekrutmen infonya dibutuhkan dana Rp (rupiah) 200 juta,” ungkap Rio.

“Ini sudah 2 kali, akan jadi sia-sia jika yang jadi akan masalah adalah panitia seleksinya yang ternyata kurang maksimal,” irainya.

“Kalau perlu Panselnya diganti saja, kalau tidak begitu metodenya yang diganti,‚ÄĚ pungkasnya.

Sebelumnya Hendro Gunawan Sekretaris Kota Surabaya memastikan bahwa rekrutmen untuk posisi jabatan Direktur pada PDPS akan diulang.