Komisi B Meyakini Bangunan Pasar Turi Belum Bisa Digunakan Pedagang

Rusli Yusuf

Rusli Yusuf

Surabaya – Belum terselesainya pembangunan Pasar Turi pasca kebakaran beberapa tahun lalu. Masih menjadi agenda utama dari Komisi B yang membidangi Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Belum selesainya pembangunan Pasar Turi itu walau telah melampaui batas yang sudah ditentukan. Hal itu yang menyebabkan Komisi B DPRD Surabaya mendapat keluhan dari semua pedagang Pasar Turi.

Akhirnya semua anggota Komisi B DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dengan puluhan pedagang. Guna melihat sejauh mana pembangunan pasar tersebut yang dikerjakan oleh PT Gala Bumi Perkasa (GBP) mendekati titik akhir.

Rusli Yusuf merupakan Ketua di Komisi B DPRD Surabaya menuturkan, proses pembangunan yang dilakukan oleh PT GBP menurutnya terkesan sangat lamban serta tidak maksimal.

Rusli menambahkan, memang jika dilihat dari fisik luar memang sudah mencapai 90 persen. Namun pada kenyataannya, pasca beberapa anggota Komisi B DPRD Surabaya masuk kedalam dan melihat secara langsung, ternyata masih jauh dari harapan selesai.

“Kalau 3 bulan dikerjakan secara berkesinambungan tanpa henti, mungkin baru kelihatan hasilnya, itupun mungkin belum finish semuanya, itu prediksi saya,” tambahnya.

“Setelah saya masuk kedalam ternyata jumlah pekerja sangat minim, jadi kalau dipaksakan bulan puasa selesai, saya kira tidak akan bisa,” tuturnya.

Rusli beserta beberapa anggota Komisi B DPRD Surabaya berkeyakinan pembangunan Pasar Turi yang saat ini tengah dikerjakan oleh investor PT GBP masih dalam kondisi 80 persen.

Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya meminta agar pembangunan Pasar Turi bisa selesai pada bulan puasa tahun ini yang diperkirakan jatuh pada akhir bulan 06/2014.

Bahkan Risma berharap semua pedagang Pasar Turi pada bulan 06/2014 mendatang bisa melakukan aktifitas berjualan seperti sebelum Pasar Turi terbakar.