Komisi B Dengan Uber, Panas

Dengar Pendapat Berubah Panas

Dengar Pendapat Berubah Panas

Surabaya – Dalam dengar pendapat di Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dengan vendor Uber berubah memanas. Semua itu berawal dari vendor Uber menolak menandatangani resume dengar pendapat.

Mazlan Mansyur Ketua Komisi B DPRD Surabaya sebelumnya menyampaikan, supaya vendor dari Uber membubuhkan tanda dalam rekomendasi yang dihasilkan.

.”Kehadiran kami di sini hanya untuk melihat permasalahan yang dibahas , kami tidak punya kapasitas menandatangani rekomendasi yang dihasilkan,” kata Sandi perwakilan Uber.

“Kalau saya tahu dari awal tidak bisa membuat keputusan, dari awal kalian sudah diusir dari ruangan ini,” Mazlan geram.

Dalam rekomendasi yang dibuat ada beberapa yang dianggap memberatkan uber. diantaranya manajemen uber dilarang melakukan rekrutmen secara baik secara online dan manual.