Komisi A menginginkan Keberadaan Pasar Tradisional Keputran Sebagai Tempat Transaksi Jual Beli

Herlina Harsono Nyoto

Herlina Harsono Nyoto

Surabaya – Penertiban yang dilakukan oleh salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya.

Tepatnya penertiban pada lokasi pasar tradisional Keputran Surabaya beberapa waktu lalu. Penertiban dilakukan dikarena keberadaan pasar Keputran telah beralih fungsi menjadi tempat tinggal. Padahal seharusnya Pasar keputran menjadi tempat jual beli antar pedagang dan pembeli.

Berubahnya fungsi pasar tradisional Keputran yang seharusnya menjadi tempat transaksi jual beli antar pedagang dan pembeli menjadi perhatian penuh oleh salah seorang legislator Kota Surabaya.

Herlina Harsono Njoto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi A membidangi Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyampaikan, bahwa perubahan dari tempat transaksi jual beli menjadi tempat tinggal merupakan bentuk kurang teliti dalam pengawasan khususnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal ini Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surabaya (Surya).

“Bagaimana bisa bangunan merupakan milik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang peruntukannya pasar bisa jadi tempat tinggal selama bertahun-tahun,” kata Herlina.

Masih kata Herlina, artinya pengawasanya lemah dan permasalahan itu harus diselesaikan dengan secepatnya tanpa menunggu waktu lama.

Herlina menambahkan, meminta kepada Pemkot Surabaya sesegera mungkin mengundang untuk duduk bersama dari unsur Dewan Pengawas (Dewas) maupun PD Pasar Surya sebagai instansi yang telah diberikan kewenangan mengelola seluruh pasar yang ada di Kota Surabaya.

“Kita semua harus tahu, seperti apa tanggungjawabnya, kalau di pasar yang lokasinya di tengah kota saja bisa begitu,” terang Herlina.

“Bagaimana dengan yang lain, itu juga harus menjadi perhatian aparat penegak Peraturan Daerah (Perda), maka perlu juga dilakukan operasi yang sama di seluruh pasar milik PD Pasar Surya,” paparnya.

Keberadaan pasar tradisional Keputran terbagi dalam 2 klaster. Pertama, jumlah stand yang beralih fungsi sebagai hunian sebanyak 212 stand.

Kemudian yang kedua ada 183 merupakan stand yang berpenghuni. Dengan adanya penertiban itu, maka akan ada sekitar 490 stand yang bisa digunakan untuk berjualan.

Didatanya kembali para pedagang yang ada di pasar tradisional Keputran. Setelah dilakukan pendataan oleh dinas terkait.

Keberadaan pasar trdisional Keputran akan difungsikan kembali sebagai tempat transaksi jual beli antar pedagang dan pembeli dengan memasukan semua pedagang yang sebelumnya berjualan di jalan sekitar pasar tradisional Keputran.