KJPL Minta Tindak Pencemaran Lingkungan

lhSurabaya – Pencemaran lingkungan masih saja terjadi, hal itu membuktikan bahwa perilaku buruk manusia belum juga berubah.

Bahkan Komunitas Jurnalis Perduli Lingkungan (KJPL) Indonesia desak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menindak pelaku pencemar Limbah Bahan Berbaya Beracun (B3) berupa sisa dan
bekas makanan-minuman kadaluarsa di Sidoarjo.

Pernyataan yang disampaikan KJPL Indonesia bukan tanpa alasan. Sebelumnya KJPL indonesia telah melakukan pantauan selama 2 bulan tepatnya sejak bulan 06 hingga 07/2018 lalu di Kawasan Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo.

Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia mengatakan, sesuai Pasal 69 ayat 1 huruf (e) dan (f) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sudah jelas diatur.

“Kalau setiap orang dilarang membuang limbah dan B3 di media lingkungan hidup,” kata Teguh.

“Aturan lain, dalam Pasal 180 Ayat 1 huruf (b) Peraturan Pemerintah (PP) momor 101 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun menyebutkan adanya larangan pembuangan limbah B3 di daerah sensitif,” tambahnya.

“Diantaranya di kawasan lindung laut, daerah rekreasi, kawasan pantai berhutan bakau, lamun dan terumbu karang, taman nasional,” tuturnya.

“Taman wisata alam, kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan, kawasan rawan bencana alam,
alur pelayaran, pemijahan dan pembesaran ikan, alur migrasi ikan, daerah penangkapan ikan, alur pelayaran, dan atau daerah khusus militer,” urainya.

‚ÄúSementara itu, makanan-minuman kadaluarsa merupakan satu diantara sumber limbah B3 yang cara penanganannya sangat khusus dan tidak sembarangan dalam memusnahkannya, karena sudah¬†jelas diatur dalam PP Nomor 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan¬†Beracun,‚ÄĚ jelas Teguh.

“Kondisi ini sangat merugikan dan mengancam kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup di
Sidoarjo yang dikenal sebagai wilayah penghasil beragam jenis ikan dan hasil laut,‚ÄĚ papar Teguh.

Teguh mengatakan, dengan kondisi yang ada, warga Sidoarjo sangat dirugikan akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan seenaknya mengambil keuntungan tanpa memikirkan dampaknya untuk kelestarian lingkungan di Sidoarjo.