Kita Semua Kecam Dan Kutuk Tindakan Teror

Blegur Prijanggono

Blegur Prijanggono

Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD PG) Surabaya mengeluarkan surat instruksi partai yang ditujukan pada seluruh pengurus maupun kader PG untuk membantu pihak kepolisian mengungkap sel jaringan teroris hingga ke akar-akarnya.

“Kita semua mengecam dan mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan oleh para teroris di Kota Surabaya,” kata Blegur Prijanggono Ketua DPD PG Surabaya.

“Ini kejadian yang sangat memilukan, tidak ada agama apapun yang mengajarkan untuk membuat kerusakan dimuka bumi,” tambahnya.

Masih kata Blegur, dikeluarkannya surat tersebut setelah mencermati kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terguncang akibat tindakan teror bom di Gereja bahkan juga Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya.

“Kami memerintahkan semua ketua pimpinan Kecamatan, Kelurahan dan semua organisasi sayap PG se-Surabaya untuk membantu polisi mengungkap tindakan tidak beradab ini,” tegasnya.

“Mari doakan, agar anak bangsa yang gugur mendapat tempat di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapya.

Blegur menginstruksikan kepada segenap kader dan pengurus Partai Golkar se-Kota Surabaya untuk berkoordinasi dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), keagamaan dan kepemudaan untuk mengintensifkan Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling) agar ruang gerak pelaku teror menjadi menyempit.

“Kami yakin, dengan begitu, kejadian teror di Kota Surabaya tidak akan berlanjut,” terangnya.

“Dan tidak ada ruang lagi untuk bersembunyi bagi para pelaku teror di Kota Surabaya,” jelasnya.

Arif Fathoni Wakil Ketua DPD PG Surabaya mengungkapkan, sistem siskamling bisa menjadi semacam alat deteksi dini yang meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Untuk memantau gerakan-gerakan yang mencurigakan dilingkungan masing-masing.

“Sebagai partai politik (parpol) di Kota Surabaya, Golkar memiliki kewajiban moral bersama dengan Muspida Surabaya,” tuturnya.

“untuk menciptakan Surabaya sebagai kota yang ramah dan aman bagi semua warganya, semoga ini menjadi kejadian yang terakhir di Kota Pahlawan,” pangkasnya.