Kinerja Pemerintah Menuai Kritik

Moch Machmud

Moch Machmud

Surabaya ‚Äď Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Walikota yang dibahas di Komisi C bidnag Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mendapat kritik dalam kinerja.

“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) banyak digunakan untuk kawaasan tengah kota, sehingga terkesan tidak merata,‚ÄĚ kata Machmud anggota Pansus.

Masih kata Machmud, perbaikan trotoar menggunakan keramik hanya dilakukan di wilayah pusat kota. Sedangkan pada sekitar akses tersebut jarang dilewati oleh pengguna jalan. “Sedangkan di utara butuh pavingisasi dan penanganan banjir belum ada realisasi,” tambahnya.

Mahmud menyampaikan, padahal masyarakat yang ada pinggiran surabaya juga mempunyai hak yang sama menikmati hasil pembangunan. “APBD dikumpulkan dari pajak seluruh warga kota, harusnya pembangunan juga merata,” ungkapnya.

Tidak hanya pada sektor pembnagunan, tetapi juga pada bidang pendidikan. Walaupun anggaran yang dialokasikan sekitar Rp (rupiah) 900 Miliar tepatnya 20 persen dari APBD Surabaya yang totalnya Rp 7 triliun.

“Anggaran besar tapi tak menjamin juara, bahkan kalah sama Kabupaten Lamongan yang meraih NEM terbaik padahal anggrannnya lebih rendah dibanding Surabaya,” paparnya.