Ketua Dewan Menyampaikan Peringati Hari Santri Tahun Depan Telah Disiapkan Anggaran Besar

 Ir. Armuji, MH

Ir. Armuji, MH

Surabaya – Peringatan Hari Santri yang telah diresmikan oleh pemerintah pusat dan pertama kalinya telah dilaksanakan pada tanggal 22/10/201 lalu, rupanya mendapat perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Peringatan momen yang sangat bersejarah dimana lahirnya resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asyari diperingati secara nasional pada tahun ini. Resolusi yang diungkapkan pada saat perjuangan kala itu para santri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah yang ingin menguasai negara Indonesia.

Armuji merupakan Ketua DPRD Kota Surabaya mengatakan sejak tahun 2016 besok. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki anggaran untuk memperingati Hari Santri Nasional.

Armuji menambahkan, bahwa anggaran yang telah dialokasikan cukup fantastis dan nilainya mencapai Rp (ruiah) 500 juta.

“Anggaran sebesar Rp 500 juta, kita ambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya,” terang Armuji.

Armuji menilai anggaran sebesar itu tidak besar. Meskipun bentuk kegiatannya belum ada konsep, namun untuk keigatan yang dirayakan secara nasional angka Rp 500 juga cukup kecil.

“Dana Rp 500 juta bersifat sementara, bisa jadi turun dan bertambah untuk tahun-tahun selanjutnya, hal tersebut bisa dilihat dari bentuk perayaan pada tahun 2016 mendatang,” terangnya.

Achmad Zakaria anggota komisi B bidang Prekonomian (Eko) DPRD Kota Surabaya menambahkan, semula peringatan hari santri dianggarkan sebesar Rp 300 juta. Namun karena peringatan hari santri memiliki nilai positif dan penting, maka dengan pertimbangan itu anggaran dinaikkan menjadi Rp 500 juta.

Zakaria menerangkan, anggaran Hari Santri saat ini masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS). Selanjutya akan dirinci di rencana kerja anggaran (RKA). Setelah itu akan dibahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) di setiap komisi.

Zakaria menjelaskan, pertimbagan mengalokasikan anggaran khusus untuk peringatan hari santri karena Surabaya menjadi tuan rumah deklarasi resolusi jihad.

Menurutnya, resolusi jihad keluar untuk menyambut 10 Nopember. Resolusi jihad ini menjadi momentum perlawanan kaum santri terhadap para penjajah.

“Surabaya punya legendaris peninggalan wali songo, wali songo gurunya para yai seperti Pesantren di Sidosermo dan pesantren lainnya,” ucapnya.

Zakaria memastikan, bentuk kegiatan peringatan hari santri layaknya peringatan-peringatan lainnya, seperti peringatan 10 Nopember, peringatan Hari Jadi Surabaya. Dia berharap, peringatan itu tidak hanya mengutamakan gebyarnya saja, lebih dari itu juga memberikan edukasi kepada generasi muda.

“Kita berharap tidak hanya gebyarnya, tapi juga ada edukasi untuk sekolah-sekolah,” katanya.

Karena itu, peringatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober ini diharapkan melibatkan banyak elemen masyarakat. Bukan hanya organisasi sosial keagamaan, tetapi lembaga pendidikan swasta dan negeri juga diajak untuk memperingati hari santri.

“Tidak hanya elemen organisasi kemasyarakatan yang berbasis santri, tetapi juga sekolah-sekolah, karena hari santri harus disosialisasikan ke sekolah-sekolah, supaya anak-anak kita generasi masa depan harus terlibat,” jelasnya.