Keterlibatan Orang Dalam Terkait HO

Dengar Pendapat Terkait HO Carl’s Jr

Dengar Pendapat Terkait HO Carl’s Jr

Surabaya – Fakta menarik terungkap dalam dengar pendapat di Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Dalam pembahasan tersebut terkait restoran makanan cepat saji Carl’s Jr waralaba asal Calivornia.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A menyampaikan, keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) meninggalkan beberapa kejanggalan.

“Saya takjub dengan cepatnya izin yang diajukan Carl’s Jr, saya harap, cepatnya proses ini bisa berlanjut dan tidak hanya untuk satu dua pemohon saja,” tambahnya.

Masih kata Adi, keceptan pelayanan perizinan yang ditunjukkan DCKTR sebenarnya patut diapresiasi. Sebab dengan pelayanan super cepat seperti itu, bisa dipastikan akan meningkakan iklim invetasi di kota pahlawan.

Adi menambahkan, dari informasi yang diterimanya, ada keterlibatan orang kuat yang turut membantu pengejuan izin milik Carl’s Jr.

“Saya berharap kabar itu tidak benar, moga saja kecepatan pelayanan perizinan di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu merupakan standar atau gambaran pelayanan maksimal,” sindir Awi.

“Kalau yang ini cepat, kenapa yan lain mesti lama, ada apa ini,” tanya Luthfiyah yang juga anggota Komisi A.

Agoes Adhie merupakan Head of Government Relation PT Generasi Mutiara Bangsa mengungkapkan, masalah perizinan yang saat ini menjadi pemberitaan di sejumlah media merupakan kejadian pertama dalam operasi bisnisnya.

Agoes mengungkapkan, sebagai bentuk ketaatan terhadap peraturan yang ada di Surabaya, untuk sementara waktu pihaknya mengehntikan operasi Calr’s Jr yang ada di Jalan Darmo 12. Penutupan itu akan dilakukan hingga semua masalah selesai.

Agoes Adhie menyebutkan, hingga saat ini perizinan yang belum dilengkapi adalah soal Hinder Ordinantie (HO) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDOP).

“Selain kedua izin itu, kita semuanya sudah ada, bahkan untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah kita terima tadi pagi, kita juga memiliki bukti tanda terimanya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwik Widayati menegaskan, untuk gerai Carl’s Jr berada di kawasan budaya. Dengan demikian tidak ada klasifikasi untuk bangunan yang digunakan.

“Jadi untuk bangunan yang digunakan Carl,s Jr itu tidak ada kelas A, B dan seterusnya. Sebab di sana masuk kawasan,” terang Wiwik Widayati Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya.

“Ketika mereka datang ke kita, kita arahkan sesuai peraturan yang ada, misalnya untuk menjaga dan merawat gedung yang akan mereka pakai, bahkan kita juga memiliki bukti rekom yang dikeluarkan,” ujarnya.

Wiwik juga memastikan penggunaan bangunan oleh Carl’s Jr tidak melanggar aturan. Mengingat daerah darmo telah ditetapkan sebagai kawasan Perdagagan dan Jasa (Perjas).