Kepala Sekolah Penentu Kualitas Pendidikan

Saiful Rachman (kadispendik jatim) dampingi Soekarwo (gubernur jawa timur)

Saiful Rachman (kadispendik jatim) dampingi Soekarwo (gubernur jawa timur)

Jawa Timur, portal nasional – Strategi Kebijakan pada Bidang Pendidikan dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) harus mampu merubah pola pemikiran masyarakat bahwa mendidik orang lebih penting dari pada meninggalkan warisan berupa barang.

Konsep pembangunan yang harus dibangun untuk meningkatkan IPM atau SDM di Jawa Timur menurut Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, merupakan tugas sangat berat bagi kepala sekolah (Kepsek) mendorong murid-muridnya supaya optimis dalam menghadapi MEA

dalam mempersiapkan SDM generasi muda yang kuat, berani serta berdaya saing sebagai petarung-petarung bisnis yang baik di wilayah ASEAN pada tahun 2025.

Dalam MEA yang dibutuhkan adalah keahlian dan bukan sekedar teori. Jika sudah bisa bersaing di dalam provinsi, akan ada persaingan antar provinsi dan juga peraingan antar Negara.

Soekarwo menyampaikan bahwa para kepala sekolah sudah on the track karena penilaian dari standard internasional untuk SDM Provinsi Jawa Timur cukup bagus, baik dilihat dari ICOR ataupun daya saing, khusus SDM mendapat predikat nomor dua setelah Jogyakarta.

“Sekarang yang harus dilakukan hanya tinggal menaikkan Vocasional, karena pertarungan di pasar tenaga kerja internasional Know how/ ketrampilan, yakni ketrampilan yang berstandar internasonal dan kompetensinya terjadi di lapagan,” kata Soekarwo.

Soekarwo menuturkan bahwa pendidikan sangat penting karena menjadi tonggak penentu keberhasilan pembangunan di segala bidang, baik bidang ekonomi, kesehatan maupun sosial budaya, kepemimpinan sangat menentukan dalam pembangunan. Orang penting yang menjadi penentu kebijakan di bidang pendidikan adalah kepala sekolah. Sebab, keberhasilan pendidikan yang menentukan adalah kepala sekolah.

”Kepala sekolah tugasnya sangat berat karena mereka menjadi penentu keberhasilan pendidikan dalam mencetak kualitas SDM di Jawa Timur. Jadi baik/ buruknya kualitas pendidikan itu berada di tangan Kepala Sekolah,” ungkap Soekarwo.

“Untuk itu, para Kepala sekolah harus benar-benar siap dan mampu membuat program yang baik supaya bisa bersaing sesama sekolah yang ada di Jatim, baik, mutu atau kualitas serta tehnologi serta bidang skill lainnya,” jelas Soekarwo dalam Assesment kompetensi yang berlangsung tgl 10 – 13 pebruari 2016 dan diikuti oleh 200 peserta kepala sekolah SMA, SMK dan Pendidikan Khusus Negeri se Jatim.

Kompetensi akan mengukur kemampuan berpikir, kemampuan memanege (mengelola diri), kemampuan dalam mengelola tugas (tasks), dan kemampuan mengeloa hubungan (relataions).

Menurut Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, pemetaan kompetensi bagi para kepala sekolah SMA, SMK dan Pendidikan Khusus Negeri se Jawa Timur ini diselenggarakan untuk menyediakan profl kompetensi kepada para kepala sekolah melalui pengukuran secara sistematis dengan menggunakan metode assesment kompetensi yang selanjutnya bisa dijadikan bahan petimbangan dalam penataan, pembinaan dan pengembangan kepala sekolah SMA, SMK, Pendidikan Khusus di Jawa Timur oleh Gubernur Jawa Timur./*